Atasi Sampah, Pemkot Bandung Bangun 220 Titik Pengolahan Baru Mulai Agustus

KABARHARMONI | BANDUNG, – Pemerintah Kota Bandung terus mempercepat penguatan pengelolaan sampah berbasis kewilayahan.

Pemkot melakukannya melalui penambahan fasilitas pengolahan sampah di berbagai titik.

Hingga saat ini, Pemkot telah memetakan sedikitnya 220 lokasi.

Seluruh lokasi tersebut merupakan calon titik pengolahan sampah yang masih dalam tahap verifikasi lapangan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan hal tersebut di Balai Kota Bandung pada Senin, 22 Juni 2026.

BACA JUGA: Wali Kota Bandung Tinjau Proyek Pembangunan Ulang TPST untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Dapat Bantuan 151 Mesin RDF dan 50 Titik dari TNI AD

Farhan menjelaskan, penguatan ini seiring adanya bantuan mesin pengolahan sampah.

Bantuan tersebut berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Markas Besar TNI Angkatan Darat atau Mabes TNI AD.

“Pertama, bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupa 151 mesin RDF. Kedua, bantuan dari Mabes TNI AD, di mana kami mengusulkan 50 titik pengolahan sampah,” ujar Farhan.

Selanjutnya, Farhan menyebut ketersediaan mesin bukan menjadi persoalan.

Ia menegaskan tantangan terbesar saat ini adalah menyiapkan lahan yang sesuai untuk penempatan mesin di setiap lokasi.

“Mesinnya insyaAllah tersedia. Tantangan saat ini adalah penyiapan dan pemilihan lahan. Kami harus menyediakan lahan minimal 100 meter persegi untuk setiap titik,” katanya.

BACA JUGA: Targetkan Kota Lebih Bersih, Pemkot Bandung Prioritaskan Pengelolaan Sampah dalam RAPBD 2026

Verifikasi 220 Titik Potensial Berbasis Foto Udara

Berdasarkan hasil pemetaan menggunakan foto udara, Pemkot Bandung telah mengidentifikasi sekitar 220 titik potensial.

Namun demikian, seluruh lokasi tersebut masih harus melalui proses verifikasi di lapangan.

Farhan menilai proses verifikasi sangat penting.

Verifikasi bertujuan memastikan lokasi memiliki akses yang memadai serta tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

“Berdasarkan foto udara, kami telah menyiapkan sekitar 220 titik. Saat ini sedang dilakukan verifikasi lapangan untuk memastikan aksesnya memadai dan tidak menimbulkan gangguan,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, lahan yang luasnya memenuhi syarat belum tentu memenuhi kriteria.

Hal itu berlaku apabila lokasi berada terlalu dekat dengan fasilitas pelayanan publik seperti sekolah atau puskesmas.

“Misalnya ada lahan 100 meter persegi tetapi berada tepat di belakang sekolah atau di samping puskesmas, tentu harus dipindahkan,” jelas Farhan.

BACA JUGA: Pemkot Bandung Sepakati Proyek PSEL Sarimukti, Sasar 800 Ton Sampah Jadi Listrik Per Hari

Target 20 Titik Rampung Akhir Juli 2026

Pemkot Bandung menargetkan capaian awal pada akhir Juli 2026.

Pada akhir Juli nanti, Pemkot menargetkan sudah dapat menetapkan sedikitnya 20 titik pengolahan sampah.

Rinciannya terdiri atas 15 titik bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan lima titik bantuan dari Mabes TNI AD.

“Mudah-mudahan pada akhir Juli nanti sudah bisa ditetapkan minimal 10 persen yang ditargetkan, yakni 15 titik bantuan provinsi dan lima titik bantuan Mabes TNI AD,” ujarnya.

BACA JUGA: Mulai tahun 2026, Kota Bandung Luncurkan Target Pengurangan Sampah 40 Ton per Hari: Setiap RW Wajib Olah 25 Kg Sampah Organik

Kapasitas 5-10 Ton Per Titik, Kurangi 125 Ton Sampah Harian

Farhan menuturkan kapasitas setiap titik pengolahan sampah.

Setiap titik nantinya memiliki kapasitas antara lima hingga 10 ton sampah per hari.

Dengan kapasitas tersebut, Pemkot Bandung menargetkan pengurangan volume sampah hingga sekitar 125 ton per hari.

“Kapasitas pengolahan di setiap titik berkisar antara lima hingga 10 ton per hari. Dengan demikian target pengurangan sampah mencapai sekitar 125 ton per hari dan diharapkan dapat terealisasi pada Agustus hingga Oktober,” katanya.    Red

Komentar