KABARHARMONI | BANDUNG, – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung atau DKPP Kota Bandung mulai menyalurkan Cadangan Pangan Pemerintah atau CPP berupa beras untuk periode Juli-September 2026.
Program ini secara langsung menyasar 143.000 Penerima Bantuan Pangan atau PBP di 30 kecamatan dan 151 kelurahan.
DKPP Kota Bandung menetapkan mekanisme penyaluran sekaligus.
Dengan begitu setiap PBP menerima 30 kilogram beras untuk memenuhi kebutuhan tiga bulan.
Penyaluran perdana berlangsung sejak 27 Agustus 2026 dan terus bergulir ke berbagai wilayah.
30 Kg Beras Sekaligus Ringankan Kebutuhan Warga Sukapura
Salah satu titik awal penyaluran berada di Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kiaracondong.
Di wilayah RT 03/RW 06, warga menyambut baik bantuan tersebut.
Salah seorang penerima bantuan, Heni, warga RT 03/RW 06 Kelurahan Sukapura mengaku bersyukur mendapatkan bantuan tersebut.
Ia menerima 30 kilogram beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026.
“Alhamdulillah dapat bantuan, buat bantu sehari-hari,” ujar Heni, Sabtu 29 Agustus 2026.
Selain bersyukur, Heni juga menitipkan harapan.
Heni berharap kualitas beras yang DKPP Kota Bandung salurkan kepada masyarakat tetap terjaga.
Menurutnya, kualitas beras menjadi salah satu hal penting dalam penyaluran bantuan pangan.
Untuk Kelurahan Sukapura sendiri, DKPP Kota Bandung mencatat ada 1.646 PBP.
Dengan alokasi 30 kg per orang, total beras yang DKPP Kota Bandung salurkan di kelurahan tersebut mencapai 49.380 kilogram atau 49,38 ton.
BACA JUGA: DKPP Kota Bandung Pastikan Stok Beras Aman dan Luncurkan 3 Program Bantuan 2026
DKPP Awasi Kualitas dan Kuantitas Beras Medium 10 Kg per Bulan
Kepala Bidang Ketersediaan Pangan DKPP Kota Bandung, Eva Rita Firtya Nur menjelaskan skema bantuan kali ini.
Eva mengatakan bantuan pangan periode Juli-September 2026 pemerintah salurkan berupa beras kualitas medium sebanyak 10 kilogram per bulan.
“Karena penyaluran dilakukan sekaligus, setiap Penerima Bantuan Pangan atau PBP mendapatkan 30 kilogram beras,” jelasnya.
Lebih lanjut Eva menegaskan, DKPP Kota Bandung turut melakukan pengawasan terhadap kualitas dan kuantitas beras sebelum tim menyalurkannya kepada masyarakat.
Pihaknya melakukan pemeriksaan di gudang penyimpanan.
Setelah itu tim melanjutkan dengan monitoring proses penyaluran di setiap titik pembagian.
“Bantuan pangan ini bersumber dari Cadangan Pangan Pemerintah Badan Pangan Nasional berupa beras kualitas medium. Setiap PBP mendapatkan alokasi 10 kilogram per bulan,” jelasnya.
DKPP Salurkan 4.290 Ton Beras CPP ke 30 Kecamatan
Secara keseluruhan, program CPP periode Juli-September 2026 menyasar sekitar 143.000 PBP di Kota Bandung.
Dengan alokasi 30 kilogram per PBP, pemerintah menyiapkan total beras sekitar 4,29 juta kilogram atau 4.290 ton.
DKPP Kota Bandung mencatat progres penyaluran berjalan cukup cepat.
Hingga 28 Agustus 2026, sebanyak 5.014 PBP telah menerima bantuan.
Total beras yang DKPP Kota Bandung salurkan mencapai 150,42 ton.
Penyaluran tersebut tersebar di empat kecamatan dan 11 kelurahan.
Selanjutnya, DKPP Kota Bandung akan terus menggulirkan penyaluran ke wilayah lain.
Salah satu titik yang masuk dalam rencana berikutnya adalah Kecamatan Cidadap.
Wilayah ini mencakup Kelurahan Ciumbuleuit, Hegarmanah, dan Ledeng.
Berdasarkan rencana sementara, DKPP Kota Bandung akan menyalurkan bantuan ke ketiga kelurahan tersebut pada 5 September 2026.
Namun, jadwal dan waktu penyaluran masih dapat berubah.
DKPP Kota Bandung menyesuaikannya dengan kesiapan masing-masing wilayah.
DKPP Imbau Warga Cek Informasi Jadwal Penyaluran Terbaru
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung mengimbau masyarakat penerima bantuan untuk terus mengikuti informasi terbaru.
Warga dapat memantau jadwal dan lokasi penyaluran melalui kanal resmi DKPP Kota Bandung.
Dengan skema 30 kg sekaligus, pemerintah berharap bantuan ini benar-benar membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari selama tiga bulan ke depan.
Selain itu, DKPP Kota Bandung memprioritaskan pengawasan ketat terhadap kualitas agar masyarakat dapat merasakan manfaat bantuan pangan CPP 2026 secara optimal. Red







Komentar