KABARHARMONI | BANDUNG, – Pemerintah Kota Bandung terus memperkuat literasi digital masyarakat untuk menjawab tingginya aktivitas warga di ruang digital.
Komitmen tersebut muncul seiring penetrasi internet Kota Bandung yang melonjak hingga 85 persen pada 2025.
Pelaksana Harian Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Andri Darusman, menegaskan hal itu dalam Workshop Sohib Berkelas yang Direktorat Informasi Publik Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia selenggarakan, Selasa 19 Mei 2026.
Selanjutnya, Andri mengapresiasi Kementerian Komunikasi dan Digital atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia menilai workshop itu strategis untuk memperkuat ketahanan informasi masyarakat di era digital.
“Perkembangan teknologi dan media sosial saat ini telah mengubah cara masyarakat berkomunikasi, belajar hingga membentuk opini publik. Oleh karena itu, ruang digital tidak lagi sekadar menjadi sarana komunikasi tetapi juga ruang edukasi, ekonomi hingga pertahanan informasi bangsa,” kata Andri.
BACA JUGA: Inhouse Magazine: Pemkot Bandung Raih Penghargaan Terbaik I Di Anugerah Media Humas 2025
Penetrasi Internet Bandung Tembus 85 Persen
Lebih lanjut, Andri menyebut Kota Bandung memiliki posisi strategis dalam ekosistem digital nasional.
Ia menuturkan banyak pihak mengenal Bandung sebagai kota pendidikan, teknologi, dan kreativitas dengan dominasi generasi muda yang aktif di ruang digital.
“Kota Bandung memiliki posisi strategis dalam perkembangan ekosistem digital nasional. Bandung dikenal sebagai kota pendidikan, teknologi, dan kreativitas dengan dominasi generasi muda yang aktif di ruang digital,” ujarnya.
Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi internet di Kota Bandung pada 2024 telah melampaui 70 persen.
Kemudian, angka itu meningkat menjadi sekitar 85 persen pada 2025.
Sebagai hasilnya, tingginya penetrasi digital itu mengantarkan Kota Bandung meraih skor tertinggi nasional dalam Penghargaan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 untuk kawasan Indonesia Barat dengan nilai 64,77.
Pemerataan infrastruktur teknologi, peningkatan literasi digital masyarakat, serta keterlibatan tinggi warga dalam pemanfaatan teknologi di berbagai sektor mendukung capaian tersebut. Mulai dari pendidikan, pelayanan publik, ekonomi kreatif hingga pemberdayaan UMKM lokal.
BACA JUGA: Diskominfo Bandung Luncurkan Ngulik dan Bandung Satu Data Perkuat Digital 2026
Literasi Digital Jadi Tameng Lawan Hoaks
Namun demikian, Andri mengingatkan tingginya aktivitas digital juga menghadirkan tantangan serius.
Ia merinci tantangan itu meliputi penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, hingga penipuan digital.
Karena itu, ia menilai literasi digital menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat saat ini.
Menurut Andri, literasi digital tidak hanya soal kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, memverifikasi informasi, memahami etika digital. Serta menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.
“Generasi muda harus menjadi agen perubahan di ruang digital. Anak-anak muda yang melek digital harus mampu menjadi penyebar informasi positif, kreator konten edukatif, sekaligus benteng melawan hoaks,” tegasnya.
BACA JUGA: Menkomdigi: Humas Pemerintah Harus Aktif Perangi Disinformasi
Dorong Kolaborasi Ciptakan Ruang Digital Sehat

Melalui Workshop Sohib Berkelas, Pemkot Bandung berharap lahir kolaborasi kreatif antara pemerintah, komunitas, mahasiswa, konten kreator dan masyarakat.
Kolaborasi itu bertujuan membangun ekosistem digital yang sehat, produktif dan berdampak positif.
Selain itu, kegiatan tersebut juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengelola informasi publik dan komunitas digital.
Pada saat bersamaan, workshop ini memperkuat sinergi antar-stakeholder dalam menghadapi tantangan ruang digital saat ini.
Karena itu, Andri mengajak seluruh peserta memanfaatkan workshop sebagai ruang belajar, berbagi gagasan, membangun jejaring. Serta memperkuat gerakan bersama menciptakan ruang digital yang aman dan sehat.
“Di era digital saat ini, mempertahankan persatuan bangsa tidak selalu dilakukan di medan fisik, tetapi juga di ruang informasi. Tugas kita bersama memastikan ruang digital Indonesia dipenuhi narasi yang positif, cerdas dan membangun,” tuturnya. Red







Komentar