Farhan Desak Camat-Lurah Tingkatkan Kepemimpinan Integritas Wujudkan Bandung Utama

KABARHARMONI | BANDUNG, – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meminta Camat dan Lurah terus meningkatkan kualitas kepemimpinan wilayah.

Menurutnya, aparatur kewilayahan harus mampu menjawab berbagai persoalan secara terintegrasi dan adaptif.

“Setiap permasalahan harus kita jawab secara terintegrasi. Sama seperti wali kota, para camat dan lurah juga adalah penguasa wilayah,” kata Farhan.

Farhan menyampaikan arahan itu saat Pelatihan Bagi Camat dan Lurah bertema “Akselerasi Pelayanan Prima dan Penguatan Budaya Kerja Berintegritas dalam Mewujudkan Bandung Utama” di Hotel Novotel Bandung, Jalan Cihampelas, Senin 25 Mei 2026.

Integritas Jadi Wajah Pemerintah di Mata Publik

Selain menekankan kepemimpinan, Farhan juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dalam pelayanan publik.

Ia menyebut integritas sebagai cerminan wajah pemerintah di hadapan masyarakat.

“Integritas adalah wajah kita di mata publik. Kalau integritas baik maka wajah kita baik, kalau integritas buruk maka wajah kita juga buruk,” ucapnya.

Karena itu, Farhan meminta seluruh aparatur kewilayahan tetap berpedoman pada visi Kota Bandung.

Visi unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis telah Pemkot Bandung adopsi dalam RPJMD hingga tahun 2029.

BACA JUGA: Wali Kota Bandung Instruksikan Satpol PP Jadi Wajah Pemerintah yang Tegas dan Humanis

BKPSDM: Pelatihan Gabungkan 3 Pilar Kepemimpinan

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Bandung, Evi Hendarin menjelaskan pelatihan ini memperkuat kapasitas kepemimpinan aparatur kewilayahan.

Menurutnya, aparatur harus mampu menghadapi tantangan pelayanan publik yang terus berkembang.

Lebih lanjut, Evi menegaskan pelatihan merancang tiga pilar utama.

Pilar tersebut mencakup managerial leadership, integrity and governance, serta spiritual leadership.

“Ketiga pilar ini tidak berdiri sendiri, melainkan saling menopang untuk membentuk pemimpin pelayanan publik yang tidak hanya cakap secara manajerial. Tetapi juga memiliki karakter kuat dan komitmen terhadap integritas,” ujar Evi.

Selain itu, Evi menambahkan kegiatan ini bertujuan membangun kepemimpinan yang adaptif dan responsif.

Pelatihan juga memperkuat budaya kerja kolaboratif lintas wilayah serta menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

BACA JUGA: Wali Kota Bandung, Farhan: Camat Adalah Garda Terpenting Layanan Publik, Harus Siap Hadapi Dinamika Sosial

30 Camat – 151 Lurah Ikuti Pelatihan Dua Hari

Pelatihan berlangsung selama dua hari, 25–26 Mei 2026.

Sebanyak 181 peserta yang terdiri dari 30 camat dan 151 lurah se-Kota Bandung mengikuti kegiatan tersebut.

Adapun narasumber yang hadir berasal dari berbagai institusi dan kalangan profesional.

Panitia menghadirkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Negeri Kota Bandung, Polrestabes Bandung, Optimus Consulting, hingga praktisi ASQ Jakarta.

Pada akhirnya, Pemerintah Kota Bandung berharap aparatur kewilayahan mampu menghadirkan pelayanan publik yang profesional, responsif, dan berintegritas.

Langkah ini mendukung terwujudnya visi Bandung Utama.    Red

Komentar