Patroli Dini Hari Wali Kota Bandung Setiap Minggu Pukul 02.00 WIB untuk Tekan Kriminalitas

KABARHARMONI | BANDUNG, – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung semakin mengintensifkan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjadikan penguatan sistem keamanan lingkungan atau siskamling sebagai strategi utama dalam menekan angka kriminalitas.

Langkah nyata ini Pemkot Bandung wujudkan melalui patroli rutin dan penguatan peran warga di tingkat lingkungan.

Farhan Pimpin Patroli Dini Hari Setiap Minggu Pukul 02.00 WIB

Sebagai bentuk keseriusan, Farhan bersama jajaran Pemkot Bandung akan turun langsung melakukan patroli rutin setiap hari Minggu mulai pukul 02.00 WIB.

Patroli dini hari tersebut menjadi bagian dari langkah preventif untuk memantau titik-titik rawan kriminalitas di Kota Bandung.

“Mulai jam dua pagi kami akan keliling. Ini bagian dari siskamling. Siskamling adalah kuncinya,” kata Farhan di Pendopo Kota Bandung, Kamis 9 Juli 2026.

Farhan menilai patroli langsung oleh pimpinan daerah akan memberikan efek jera sekaligus memantau kondisi riil di lapangan.

Selain itu, kehadiran pejabat di malam hari akan meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

BACA JUGA: Farhan Pimpin Patroli Gabungan 350 Personel, Jaga Bandung Aman Selama Libur Sekolah 2026

“Warga Jaga Warga” Jadi Kunci Keamanan Kota

Menurut Farhan, menciptakan rasa aman tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum.

Pemerintah membutuhkan peran aktif masyarakat melalui semangat Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota agar lingkungan tetap aman dari tindak kriminal.

Ia menegaskan, keberhasilan menjaga kota sangat bergantung pada partisipasi warga di setiap RW dan kelurahan.

“Kita tidak boleh terus-menerus hanya menggantungkan diri kepada aparat hukum. Masyarakat harus turun menjaga kota kita dari berbagai penyimpangan kriminalitas,” ujarnya.

Untuk itu, Pemkot Bandung mendorong seluruh ketua RW untuk mengaktifkan kembali pos ronda dan jadwal jaga malam secara bergilir.

BACA JUGA: Masifkan Program Aksi “WaJaWa, WaJaKo”: Wali Kota Bandung Siskamling ke 30 Kecamatan

Satgas Anti Premanisme Efektif Bongkar Jaringan Begal

Farhan menjelaskan, Pemerintah Kota Bandung telah membentuk Satgas Anti Premanisme yang sejauh ini bekerja secara efektif.

Sejumlah kasus begal yang terungkap dalam beberapa waktu terakhir justru menunjukkan bahwa aparat berhasil membongkar berbagai jaringan pelaku.

Meski demikian, ia menilai keberhasilan satgas akan semakin optimal apabila mendapat dukungan penuh dari masyarakat melalui pengaktifan kembali siskamling di lingkungan masing-masing.

Selain itu, Pemkot Bandung juga telah memetakan sejumlah kawasan rawan.

Wilayah perbatasan kota kerap pelaku kejahatan manfaatkan sebagai jalur pelarian.

Untuk memudahkan penanganan, Pemkot membagi Kota Bandung ke dalam lima zona pengawasan.

Kelima zona tersebut meliputi Bandung Barat, Bandung Timur, Bandung Tengah, Bandung Selatan, dan Bandung Utara.

Pembagian zona ini akan mempermudah koordinasi patroli dan respons cepat.

BACA JUGA: Pembentukan Satgas Pemberantasan Premanisme di Kota Bandung: Langkah Menjawab Tantangan Keamanan Masyarakat

Rumah Sakit Wajib Layani Korban Begal Tanpa Menolak

Selain memperkuat langkah pencegahan, Pemkot juga memastikan korban tindak begal akan memperoleh bantuan termasuk akses pelayanan kesehatan.

Farhan menuturkan seluruh fasilitas kesehatan wajib memberikan pelayanan kepada korban tanpa penolakan sedikitpun.

“Semua korban begal akan mendapatkan bantuan. Untuk perawatan kesehatan tidak boleh ada fasilitas kesehatan yang menolak pasien,” tuturnya.

BACA JUGA: Wakil Wali Kota Bandung, Erwin Beri Santunan dan Dukungan Moril kepada Korban Begal

Dengan sinergi antara patroli pemerintah, penguatan siskamling, dan dukungan masyarakat, Pemkot Bandung optimistis dapat menekan angka kriminalitas secara signifikan.

Keamanan lingkungan yang kuat akan menciptakan rasa nyaman bagi warga beraktivitas kapan pun.    Red

Komentar