Disdagin Kota Bandung Gulirkan Bazmut 2 Minggu, Omzet Tembus Rp2,2 Miliar

KABARHARMONI | BANDUNG, – Pemerintah Kota Bandung kembali hadir untuk meringankan beban warga.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung menggulirkan Bazmut selama 2 minggu

Dinas Perdagangan dan Perindustrian resmi menggulirkan program Bazar Murah Bandung Utama atau Bazmut sebagai langkah nyata membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Program ini berlangsung dua minggu penuh dan menjangkau seluruh wilayah.

Intervensi Pemerintah Perluas Akses Harga Murah

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan Bazmut merupakan bentuk intervensi langsung pemerintah.

Tujuannya memperluas akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dari pasaran.

“Hari ini di Lapangan Puter kita menggelar Bazar Murah Bandung Utama. Bazar Murah ini digelar selama dua minggu berturut-turut. Tujuannya untuk membantu masyarakat mendapatkan akses terhadap barang-barang murah yang kita subsidi,” ujar Farhan usai meninjau Bazmut di Lapangan Puter, Kelurahan Sadang Serang, Kecamatan Coblong, Jumat 11 September 2026.

Lebih lanjut Farhan menjelaskan, Bazmut tidak hanya menyasar pengendalian inflasi.

Program ini juga memberi ruang bagi warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan biaya lebih ringan di tengah gejolak harga pasar.

“Terpenting saat ini adalah memastikan distribusi barang kebutuhan pokok ke Kota Bandung tetap lancar dan melimpah. Karena kondisi harga di Kota Bandung sangat bergantung pada distribusi,” katanya.

BACA JUGA: Disdagin Kota Bandung Gelar Bazar Murah Utama di 30 Kecamatan, Harga Beras Lebih Ringan Hingga Rp2.600/Kg

Kolaborasi Bulog, UMKM, dan Ritel Tekan Harga 20%

Pelaksanaan Bazmut melibatkan banyak pihak.

Pemkot Bandung menggandeng Perum Bulog, pelaku UMKM sektor pertanian, distributor pangan, perajin kerajinan tangan, hingga mitra ritel modern.

Berkat kolaborasi tersebut, warga membeli berbagai komoditas dengan harga 20 persen lebih murah dari harga pasaran.

Farhan merinci sejumlah komoditas yang tersedia dalam bazar.

Beberapa di antaranya beras SPHP, telur, daging ayam, sayur-mayur, hingga Minyakita.

Untuk beras SPHP, pemerintah memberikan subsidi langsung melalui Bulog.

Sementara komoditas lain mendapat dukungan berupa diskon dari distributor dan pelaku usaha.

BACA JUGA: Meningkatkan Daya Beli Masyarakat dan Mengembangkan UMKM, Asep Mulyadi: DPRD Kota Bandung Apresiasi Bazar Murah Disdagin

Stok Aman, Beras Premium Mulai Langka

Farhan memastikan ketersediaan bahan pokok di Kota Bandung secara umum masih aman.

Warga tidak perlu khawatir terjadi kelangkaan.

Namun ia mencatat adanya perbedaan pada jenis beras.

Pasokan beras premium saat ini lebih terbatas karena tingginya permintaan pasar.

“Kalau ditanya apakah beras langka, tidak. Beras tersedia. Tetapi untuk beras premium memang sedang lebih sulit ditemukan karena mekanisme pasar dan permintaannya tinggi. Sementara beras SPHP dikendalikan pemerintah sehingga tetap tersedia,” jelasnya.

BACA JUGA: Bazar Murah Disdagin Kota Bandung Diserbu Warga, Beras SPHP Jadi Primadona

Jangkau 30 Kecamatan, Telur Jadi Buruan Warga

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin menambahkan, Bazmut menjangkau seluruh 30 kecamatan di Kota Bandung.

Pada hari terakhir pelaksanaan, tim menggelar bazar serentak di tiga titik, yaitu Kecamatan Coblong, Cidadap, dan Bojongloa Kaler.

Ronny menyebut warga paling banyak memburu tiga komoditas ini.

Ketiganya adalah beras, Minyakita, dan telur.

“Yang paling banyak dicari masyarakat itu beras, Minyakita, dan telur. Saat ini kebutuhan protein yang paling terjangkau bagi masyarakat adalah telur,” katanya.

BACA JUGA: Wakil Wali Kota Bandung, H. Erwin: Konsep Bazar Murah Sejalan Prinsip Khoirunnas Anfa’uhum Linnas

Antusiasme Tinggi, Omzet Capai Rp2,2 Miliar

Antusiasme warga terhadap Bazmut terbukti sangat tinggi.

Rata-rata setiap titik bazar menarik 200 hingga 250 pengunjung.

Secara keseluruhan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian mencatat total pengunjung selama program berlangsung mencapai sekitar 7.000 orang.

Dari sisi ekonomi, Bazmut juga menggerakkan UMKM dan distributor.

Ronny merinci, omzet sampai sehari sebelum penutupan sudah mencapai Rp1,9 miliar.

“Untuk omzet sampai hari kemarin mencapai Rp1,9 miliar. Dengan tambahan tiga titik hari ini, kurang lebih total omzetnya mencapai Rp2,2 miliar,” ujar Ronny.

Dengan capaian ini, Pemkot Bandung berharap Bazmut dapat terus menjadi solusi efektif.

Ronny berharap program ini menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat daya beli masyarakat Kota Bandung.  Red

Komentar