KABARHARMONI | BANDUNG BARAT, – Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat bersama seluruh Pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Jawa Barat mengikuti Pertemuan Silaturahmi di Pesantren Sains & Teknologi Darul Hikam, Jalan Dago Giri Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (11/9/2026).
Forum ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah atau ZIS di Jawa Barat.
Satukan Visi Demi Pengelolaan Zakat yang Optimal
Ketua BAZNAS Jabar, Dr. H. Anang Jauharudin, M.M.Pd., bertindak sebagai tuan rumah sekaligus menyampaikan laporan dalam kegiatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa BAZNAS di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota memegang posisi strategis.
“Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan antarpimpinan, tetapi menjadi ruang untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi, serta membangun langkah bersama agar potensi zakat di Jawa Barat dapat dikelola semakin optimal dan memberikan kemaslahatan yang lebih luas bagi umat,” ungkap Anang.
Lebih lanjut, Anang menjelaskan bahwa kekuatan BAZNAS Jawa Barat tidak hanya terletak pada masing-masing lembaga.
Kekuatan itu juga lahir dari kemampuan membangun orkestrasi dan kolaborasi antarlembaga agar pengelolaan zakat berjalan terarah, terkoordinasi, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
BACA JUGA: BAZNAS Jabar Adakan Forum Silaturahmi Pimpinan untuk Sinergi Pengelolaan Zakat
BAZNAS RI Dorong Profesionalitas dan Target Penghimpunan 2026-2027
Hadir pula Pimpinan BAZNAS RI Pembina Wilayah Jawa Barat, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM.
Ia menyampaikan materi mengenai target dan optimalisasi penghimpunan zakat tahun 2026-2027.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., menekankan pentingnya penguatan posisi BAZNAS di setiap daerah sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan zakat nasional.

“BAZNAS di daerah harus menjadi lembaga yang semakin kuat, profesional, dan dipercaya masyarakat. Sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS provinsi, dan BAZNAS kabupaten/kota menjadi kunci agar potensi zakat dapat dihimpun dan dikelola secara lebih efektif,” ujar Sodik.
Bidik Potensi Zakat Rp30 Triliun Lewat Inovasi dan Literasi
Dalam forum tersebut, peserta membahas besarnya potensi zakat di Jawa Barat yang mencapai sekitar Rp30 triliun.
Namun, potensi tersebut belum terhimpun secara maksimal hingga saat ini.
Untuk itu, BAZNAS memprioritaskan optimalisasi penghimpunan melalui empat langkah utama.
Pertama, memperkuat literasi zakat.
Kedua, meningkatkan kepercayaan publik.
Ketiga, mengembangkan layanan digital.
Keempat, memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak.
Anang memandang potensi tersebut bukan semata angka penghimpunan.
“Kalau potensi zakat dapat dihimpun dan dikelola secara optimal, maka dampaknya akan sangat besar bagi masyarakat Jawa Barat. Zakat dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang membantu mengurangi beban masyarakat sekaligus membuka peluang agar mustahik dapat tumbuh menjadi lebih mandiri,” katanya.

Senada dengan itu, Sodik Mudjahid menambahkan bahwa optimalisasi zakat menuntut konsolidasi dan inovasi seluruh jajaran BAZNAS.
Ia menekankan bahwa peningkatan penghimpunan harus sejalan dengan penguatan tata kelola serta kualitas pendistribusian dan pendayagunaan.
“Zakat harus dikelola dengan prinsip amanah, profesional, transparan, dan berdampak. Ketika masyarakat melihat bahwa zakat yang mereka tunaikan benar-benar memberikan manfaat, kepercayaan kepada lembaga zakat akan semakin tumbuh,” tuturnya.
BACA JUGA: BAZNAS Jabar dan Kemenag Teken MoU, Perkuat Pengelolaan ZIS Profesional dan Transparan
Arahkan Dana ZIS untuk Kesejahteraan Umat
Lebih jauh, Anang menegaskan bahwa pengelolaan ZIS yang optimal berperan penting dalam mendorong kesejahteraan umat dan masyarakat Jawa Barat.
Dana zakat dapat BAZNAS arahkan untuk menjawab berbagai persoalan sosial melalui program pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dakwah, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Orientasi kita bukan hanya menghimpun sebanyak-banyaknya, tetapi memastikan setiap dana yang dipercayakan oleh muzaki memberikan dampak yang terukur dan berkelanjutan. Dengan kolaborasi seluruh BAZNAS Kabupaten/Kota, insyaAllah zakat dapat menjadi kekuatan bersama untuk menghadirkan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat,” ujar Anang.
Tutup dengan Semangat Kolaborasi dan Kepercayaan Publik
Seluruh Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Barat serta Pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Jawa Barat menutup pertemuan itu dengan semangat memperkuat koordinasi dan kolaborasi pengelolaan ZIS.

Melalui forum silaturahmi ini, BAZNAS Jawa Barat bersama seluruh BAZNAS Kabupaten/Kota menargetkan langkah yang semakin solid.
Target tersebut meliputi optimalisasi potensi zakat, perluasan manfaat pendistribusian dan pendayagunaan, serta pembangunan kepercayaan masyarakat.
Dengan demikian, zakat dapat benar-benar menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan kemaslahatan dan kesejahteraan umat di Jawa Barat. Red







Komentar