KABARHARMONI | BANDUNG, – Kodam III/Siliwangi resmi membuka penerimaan Bintara dan Tamtama Prajurit Karier [PK] TNI AD Gelombang I Tahun Anggaran 2027.
Proses pendaftaran mulai berlangsung pada 1 Oktober 2026 dan panitia tidak memungut biaya sepeser pun.
Penerimaan tersebut tidak hanya Kodam peruntukkan bagi calon yang berdomisili di Jawa Barat.
Calon dari luar daerah juga dapat mendaftar selama memenuhi seluruh persyaratan yang telah panitia tentukan.
Rekrutmen Transparan dan Tanpa Calo
Asisten Personalia Kasdam III/Siliwangi Kolonel Inf Noppy Laksana Armyanto, S.H., M.M., CMA., menegaskan, proses penerimaan prajurit berjalan secara transparan, objektif, dan akuntabel.
Ia mengingatkan calon agar mengandalkan kemampuan sendiri dan tidak mempercayai pihak mana pun yang menawarkan kelulusan dengan meminta sejumlah uang.

“Yang bisa meluluskan itu hanya calon sendiri. Bukan melalui calo, bukan melalui panitia seleksi, tetapi calon sendiri,” kata Noppy.
Calon dapat melakukan pendaftaran secara online melalui laman resmi ad.rekrutmen-tni.mil.id.
Selain itu, calon yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi Babinsa atau satuan kewilayahan terdekat untuk memperoleh informasi dan pendampingan pendaftaran.
BACA JUGA: TNI AD Peringati Hari Juang ke-80: Komitmen Mengabdi untuk Indonesia Bersatu dan Sejahtera
Jadwal Lengkap Bintara dan Tamtama Gelombang I TA 2027
Untuk Bintara, pendaftaran berlangsung mulai 1 Oktober 2026 hingga 13 Januari 2027.
Validasi berlangsung pada 1 Oktober 2026 hingga 15 Januari 2027, sedangkan seleksi terjadwal pada 15 Oktober 2026 hingga 22 Januari 2027.
Sementara itu, pendaftaran Tamtama berlangsung pada 1 Oktober 2026 hingga 10 Februari 2027.
Validasi berlangsung hingga 12 Februari 2027 dan proses seleksi berlangsung mulai 15 Oktober 2026 hingga 20 Februari 2027.
Tahapan seleksi antara lain mencakup administrasi, kesehatan, kesegaran jasmani, psikologi serta mental ideologi atau Litpers.
BACA JUGA: Pangdam III/Siliwangi Ajak Prajurit Teladani Semangat Bandung Lautan Api di HUT ke-81 TNI
Syarat Usia, Tinggi Badan dan Pendidikan
Untuk calon Bintara, usia minimal 17 tahun 10 bulan dan maksimal 26 tahun saat pembukaan pendidikan pertama pada 4 Februari 2027.
Tinggi badan minimal 163 sentimeter dengan berat badan seimbang.
Pendidikan calon Bintara dapat berasal dari SMA, MA atau SMK sederajat, termasuk Paket C, serta lulusan D1, D3, D4 dan S1 sesuai ketentuan penerimaan.
Sedangkan calon Tamtama berusia minimal 17 tahun 10 bulan dan maksimal 26 tahun ketika pendidikan pertama dibuka pada 5 Maret 2027.
Pendidikan minimal SMA, SMK atau MA sederajat sesuai ketentuan, termasuk Paket C, dengan tinggi badan minimal 158 sentimeter.
Penerimaan Bintara dan Tamtama Gelombang I tersebut panitia peruntukkan bagi calon pria.
Penerimaan Korps Wanita Angkatan Darat, menurut Noppy, sebelumnya telah terlaksana secara terpisah sesuai kebutuhan organisasi.
BACA JUGA: Pangdam III/Siliwangi Tekankan Kepercayaan Rakyat di Sertijab Danrem 063 dan Danbrigif 15
Terbuka untuk Santri Luar Jawa dan Kebutuhan Yon TP
Calon dari luar Jawa Barat tetap memiliki kesempatan mendaftar.
Hal itu juga berlaku bagi mereka yang sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren.
Tidak ada jalur khusus bagi santri.
Namun, santri dari luar Jawa sekalipun dapat menghubungi Babinsa atau Koramil terdekat untuk memperoleh informasi dan bantuan pendaftaran.
Kodam III/Siliwangi juga berencana melakukan sosialisasi penerimaan prajurit ke pondok pesantren.
Penerimaan prajurit kali ini antara lain berkaitan dengan kebutuhan personel Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) yang Kodam bentuk di berbagai wilayah Indonesia.
Noppy menjelaskan, prajurit yang ditempatkan di Yon TP tidak berarti akan terus berada di satuan tersebut.
Pola asimilasi atau pertukaran personel dengan satuan yang telah ada akan Kodam lakukan untuk mendukung pembinaan karier, kepangkatan dan penugasan.
Di Jawa Barat, animo pendaftaran diperkirakan mencapai sekitar 9.000 orang untuk Bintara dan 18.000 orang untuk Tamtama.
Angka tersebut merupakan perkiraan jumlah pendaftar, bukan jumlah calon yang akan diterima.
Waspada Penipuan, Laporkan Jika Ada Pungutan
Noppy kembali menegaskan seluruh proses penerimaan prajurit TNI AD tidak dipungut biaya.
Calon dan keluarga tidak boleh menggunakan jasa perantara maupun calo.
“Jangan percaya kepada siapapun yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang,” tegasnya.
Jika menemukan pihak yang meminta uang atau menjanjikan kelulusan, masyarakat dapat melapor melalui Call Center Pengaduan WhatsApp Rekrutmen TNI AD di nomor 0813-1050-0074.
Informasi dan pendaftaran resmi dapat masyarakat akses melalui ad.rekrutmen-tni.mil.id.
Pendaftaran dan validasi dapat panitia tutup sewaktu-waktu apabila kuota telah terpenuhi. Red







Komentar