Penataan Jaringan Kabel Udara Bandung: Langkah Besar Menuju Kota Digital yang Lebih Tertata

KABARHARMONI | BANDUNG, – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah memulai program penataan jaringan kabel udara yang semrawut di ruang publik dengan Kick Off Penurunan Kabel Fiber Optik di Taman Dewi Sartika, Balai Kota Bandung, Senin, 8 Desember 2025.

Program ini merupakan hasil kolaborasi Pemkot Bandung bersama PT Bandung Infra Investama (BII) melalui skema kemitraan non-APBD dengan berbagai operator telekomunikasi.

Transformasi Digital Kota Bandung

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan apresiasi kepada para operator dan mitra strategis yang terlibat dalam program ini.

Ia menilai, keberadaan kabel udara yang tak tertata selama ini menjadi keluhan masyarakat dan tantangan estetika kota.

“Tidak ada satu pun dari kita yang ingin Kota Bandung terlihat semrawut,” tutur Farhan di Taman Dewi Sartika, Balai Kota Bandung, Senin, 8 Desember 2025.

Menurutnya, program ini bukan sekadar proyek konstruksi telekomunikasi, tetapi bagian dari transformasi digital kota sekaligus koreksi tata ruang publik.

Farhan juga menekankan pentingnya koordinasi dan komitmen, termasuk dalam pemeliharaan jaringan dan model pembiayaan yang tidak membebani masyarakat.

“Kita memiliki 2,6 juta warga yang membutuhkan layanan internet stabil. Ini peluang bisnis pada saat yang sama juga tanggung jawab,” ujarnya.

Baca Juga: Pancasila sebagai Dasar Pijakan dalam Menghadapi Tantangan Era Digital dan Globalisasi

Tahap Pertama Penataan Jaringan

Farhan menetapkan batas waktu 15 Desember 2025 untuk penyelesaian tahap pertama sebelum masa libur Natal dan Tahun Baru 2026.

“Tahun lalu pekerjaan ini terpaksa dihentikan karena mengganggu mobilitas warga saat Nataru. Tahun ini kita siapkan lebih matang,” kata Farhan.

Pemkot Bandung akan memulai kembali proses penataan jaringan pada 8 Januari 2026.

Wali Kota meminta seluruh operator telekomunikasi dan PT BII untuk memperhatikan dua aspek penting, yaitu sosialisasi kepada publik agar masyarakat memahami jika terjadi gangguan layanan selama proses penataan, dan transparansi dan rasionalisasi tarif, agar tidak terjadi lonjakan harga layanan internet yang berdampak pada inflasi daerah.

Baca Juga: DPRD Kota Bandung Dukung Penuh Penguatan Infrastruktur Digital untuk Meningkatkan Layanan Publik

Kemajuan Program IPT

Asep Wawan Dharmawan, Direktur Utama PT Bandung Infra Investama (BII), memaparkan bahwa PT BII telah menyelesaikan pembangunan fasilitas IPT di 15 ruas jalan prioritas sejak groundbreaking pada 21 Juni 2024.

Jalan tersebut di antaranya, Jalan Sumatera, Lembong, Merdeka, Tamblong, Tera, Veteran, Asia Afrika, Aceh, Sunda, Bangka, Gandapura, Lombok, Gudang Utara, Gudang Selatan, dan Taman Pramuka.

“Sarana IPT yang sudah kami bangun meliputi jalur ducting utama dan akses, manhole, handhole, hingga optical distribution point. Selanjutnya 20–21 ruas berikutnya sedang dalam penyelesaian dan ditargetkan rampung Desember ini,” ujarnya.

Asep juga menyampaikan bahwa hingga saat ini ada 14 operator telekomunikasi yang telah menyatakan minat untuk menggunakan infrastruktur IPT Bandung. Mulai dari Telkom Indonesia, Biznet, XL Smart, Fiberstar, LinkNet, hingga penyedia menengah seperti Moratel dan Bali Tower.

Baca Juga: Pimpinan DPRD Kota Bandung Apresiasi Program Penurunan Kabel Udara untuk Keindahan dan Keselamatan Kota

Manfaat Penataan Jaringan

Dalam paparannya, Asep menjelaskan sedikitnya empat manfaat utama dari penataan kabel ini:

  1. Keamanan pengguna jalan dari risiko kabel putus atau tiang tumbang.
  2. Estetika kota meningkat, sejalan dengan visi Bandung sebagai kota tertata.
  3. Akselerasi komunikasi berbasis fiber optik yang lebih andal dan efisien.
  4. Efisiensi biaya modal operator telekomunikasi karena fasilitas ducting digunakan bersama (sharing infrastructure). Red

Komentar