KABARHARMONI | BANDUNG, – Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya mengapresiasi keputusan Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) yang telah memasukkan Tradisi Pencak Silat sebagai “Warisan Budaya Tak benda“.
Menurut Edwin, pencak silat bukanlah sekedar olahraga beladiri khas Indonesia. Tapi juga adalah warisan budaya luhur yang mengandung falsafah, spiritualitas, dan kesenian.
Penghargaan sebagai Amanah
“Karena itulah, penetapan pencak silat sebagai warisan budaya tak benda ini adalah sebuah penghormatan bagi tradisi dan kebudayaan kita yang masih berkembang serta dipertahankan dari generasi ke generasi,” ujarnya.

Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) memberikan penghargaan kepada Edwin Senjaya. Pada acara Anugerah Insan Pencak Silat di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Minggu, 14 Desember 2025. Karena dia terlibat langsung dan berjasa dalam proses pengajuan dan pengusulan pencak silat sebagai warisan budaya dunia tak benda asal Indonesia.
Upaya Pelestarian Pencak Silat
Edwin terus berupaya meningkatkan penerimaan pencak silat di kalangan masyarakat luas, terutama generasi muda.
Salah satu upaya adalah dengan menjadikan pencak silat sebagai salah satu muatan lokal di pendidikan dasar dan menengah.
“Dan ini sudah kita sempat bicarakan jauh-jauh hari sebetulnya. Supaya pencak silat masuk ke dalam muatan lokal atau ekstrakurikuler yang ada di setiap sekolah,” ungkapnya.
Tantangan dalam Pelestarian Pencak Silat
Namun ada satu tantangan yang cukup jadi perhatian yaitu masih minimnya tenaga pelatih pencak silat. Untuk mengajar di lembaga pendidikan dasar dan menengah.
Di Bandung, Edwin menyebutkan bahwa banyak praktisi dan ahli pencak silat. Tapi belum tentu mereka bisa mengajar dengan baik, apalagi kepada siswa SD atau SMP.
“Kan perlu well educated, komunikasi yang bagus. Jadi saya kira perlu juga ada program pelatihan juga untuk para pelatih. Untuk menjadi pelatih yang baik, TOT-lah kalau bahasa kita,” pungkasnya. Red







Komentar