Bandung dan Kawasaki Perkuat Kerja Sama Zero Defecation: Kolaborasi Jangka Panjang untuk Lingkungan Bersih

KABARHARMONI | BANDUNG, – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menerima kunjungan delegasi dari Kota Kawasaki, Jepang, sebagai bagian dari penguatan hubungan kota bersaudara sekaligus evaluasi kerja sama pengelolaan air limbah rumah tangga.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, kolaborasi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga capaian zero defecation di Kota Bandung agar tetap berkelanjutan.

Kerja Sama Jangka Panjang

“Hubungan kita sebagai dua kota bersaudara sudah terjalin sangat baik dan dirintis sejak 2023. Meski proyek tiga tahun ini akan berakhir pada April 2026, insyaAllah kerja sama akan diperpanjang. Sebagai komitmen hubungan jangka panjang,” kata Farhan di Pendopo Kota Bandung, Rabu 21 Januari 2026.

Fokus Utama: Pengelolaan Air Limbah

Farhan menjelaskan, fokus utama kerja sama Bandung–Kawasaki adalah perbaikan dan tata kelola air limbah domestik.

Upaya ini menjadi bagian penting dalam memastikan implementasi kerangka zero defecation berjalan konsisten di Kota Bandung.

Ia menekankan bahwa meski Bandung sudah mencapai status zero defecation, tantangan terbesar justru terletak pada keberlanjutan program tersebut.

BACA JUGA: Wali Kota Farhan Ungkapkan Kesiapan Kota Bandung Jadi Pusat Riset Energi Baru di Indonesia

Capacity Building untuk Keberlanjutan

“Tanpa konsistensi dan pengembangan metode pengelolaan lingkungan yang baik, sangat sulit mempertahankan posisi zero defecation,” ucapnya.

Farhan mengatakan bahwa Jepang memberikan kontribusi utama berupa pelatihan dan teknologi.

Mulai dari pengelolaan air limbah, sistem perpipaan, pengolahan limbah, hingga dampaknya terhadap kualitas air sungai.

Hasil Kerja Sama: Kesadaran Masyarakat Meningkat

Selama tiga tahun terakhir, kerja sama ini tidak berfokus pada pembangunan fisik, melainkan pada penguatan kapasitas sumber daya manusia.

“Hal yang dilakukan selama tiga tahun ini adalah capacity building untuk pegawai PDAM, Dinas Lingkungan Hidup, DPKP, DSDABM. Termasuk edukasi kepada anak-anak sekolah dan warga,” jelasnya.

BACA JUGA: Pemkot Bandung dan Singapura Jajaki Kerja Sama Strategis Dalam Berbagai Sektor

Indikator Keberhasilan

Menurutnya, hasil kerja sama tersebut mulai terlihat di lapangan.

Salah satu indikatornya adalah menurunnya resistensi warga terhadap pembangunan septic tank dan biotank.

Kesadaran masyarakat kini semakin meningkat, sehingga penolakan yang sebelumnya banyak terjadi mulai berkurang.

Target: Zero Defecation yang Seutuhnya

“Sekarang resistensi itu makin rendah. Dulu septic tank di bantaran sungai bahkan dibuat menempel di pinggir sungai, sekarang itu sudah mulai dihapuskan karena berbahaya dan bisa terbawa arus. Sekarang harus ditanam dengan benar,” ujarnya.

Farhan menegaskan target Pemkot Bandung ke depan adalah zero defecation yang seutuhnya dan berkelanjutan, bukan sekadar pencapaian administratif semata.

BACA JUGA: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan Tegaskan Komitmen Membangun Kota yang Maju dan Berkualitas

Harapan untuk Kerja Sama Lanjutan

Sementara itu, Direktur Utama Perusahaan Air Minum dan Pengelolaan Air Limbah Kota Kawasaki, Shiratori Shigeyuki, menyampaikan harapannya agar kerja sama ini tidak berhenti meski proyek resmi akan berakhir.

“Proyek ini memang berakhir tahun ini. Tetapi kami berharap kerja sama antara Kawasaki dan Bandung dapat terus berlanjut ke depannya,” ujar Shiratori.    Red

Komentar