KABARHARMONI | BANDUNG, – Pemkot Bandung terus perkuat langkah mitigasi bencana longsor di Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung, yang punya kontur perbukitan dan tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan ingin pemetaan risiko lebih spesifik dan berbasis lokasi saat Siskamling Siaga Bencana.
Pemetaan Risiko Jadi Prioritas Utama

“Semua kelurahan di Ujungberung rawan longsor, tapi yang saya butuhkan adalah gambaran spesifik. Di mana titiknya, apa penyebabnya, dan bagaimana solusinya?” ujar Farhan, Senin 26 Januari 2026.
Menindaklanjuti laporan warga, Wali Kota Bandung langsung menginstruksikan survei lapangan oleh DSDABM dan tim kewilayahan untuk mengecek kondisi drainase dan aliran sungai.
BACA JUGA: Wali Kota Bandung, Farhan Ingatkan Warga Kawasan Utara Siaga Bencana Longsor dan Lingkungan
Langkah Cepat Tangani Bencana

“Tidak boleh dibiarkan. Hari ini juga disurvei supaya kita tahu apakah bisa ditangani cepat atau harus masuk perencanaan anggaran,” ujarnya.
Farhan menegaskan, mitigasi bencana harus berjalan beriringan dengan kesiapsiagaan warga melalui siskamling, pemantauan wilayah, serta pelaporan cepat jika terjadi tanda-tanda bencana.
Kesiapsiagaan Warga dan Koordinasi Lintas Sektor
Menanggapi hal tersebut, Lurah Pasirwangi Meli Susanti menjelaskan, longsor pernah terjadi di RW 3 dan RW 9.
Sedangkan potensi banjir terdapat di RW 1, khususnya kawasan Pasar Ujungberung dan Jalan A.H. Nasution.

“Untuk longsor, kami selalu berkoordinasi dengan BPBD, DSDABM, dan Dinas Sosial. Alhamdulillah responsnya cepat setiap ada laporan,” kata Meli.
Penanganan Genangan Air Jadi Fokus
Ia mengungkapkan, genangan air kerap terjadi akibat pendangkalan anak Sungai Cipanjalu yang melintasi RW 2, RW 3, dan RW 10.

Masyarakat telah mengusulkan pendangkalan itu dalam Musrenbang melalui skema padat karya. Red







Komentar