KABARHARMONI | BANDUNG, – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyoroti isu kebocoran data yang belakangan menjadi perhatian publik.
Dia khawatir kebocoran data kemungkinan berasal dari tingkat pusat karena kasus serupa juga terjadi di kota lain.
“Untuk kebocoran data, saya khawatir ini terjadi di pusat. Karena juga terjadi di beberapa kota lain,” kata Farhan pada Rabu, 8 April 2026.
Langkah Antisipatif Pemkot Bandung
Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tidak tinggal diam.
Farhan mengaku, terus melakukan langkah antisipatif dengan memperkuat koordinasi bersama pemerintah pusat. Serta pengelola pusat data nasional untuk mencegah penyalahgunaan data masyarakat.
Selain itu, Pemkot Bandung juga menggandeng aparat penegak hukum untuk memastikan adanya tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Kami bekerja sama dengan kepolisian untuk memastikan siapa pun yang membocorkan data dapat segera ditindak,” tegasnya.
BACA JUGA: Disdukcapil Kota Bandung: Isu Kebocoran Data Kependudukan Tidak Berasal dari Server Kami
Prinsip Kehati-hatian dalam Pengelolaan Data
Dalam upaya penguatan sistem di tingkat daerah, Farhan menjelaskan, Pemkot Bandung menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan data.
Salah satunya dengan tidak menyimpan data secara mandiri.
“Kami hanya mengumpulkan data kemudian menyerahkannya ke pusat data nasional,” jelasnya.
Transparansi Pengumpulan Data
Pemkot Bandung harus memastikan bahwa mereka melakukan proses pengumpulan data secara transparan dan berdasarkan persetujuan masyarakat, tambahnya.
“Kami pastikan masyarakat yang memberikan data melakukannya dalam kondisi sadar dan bersedia,” tuturnya. Red







Komentar