Cegah Obesitas Anak, Wali Kota Bandung Rencanakan Olahraga Siswa Tiga Kali Seminggu

KABARHARMONI | BANDUNG, – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan berencana tingkatkan frekuensi olahraga bagi siswa sekolah di Kota Bandung menjadi tiga kali dalam seminggu.

Kebijakan tersebut Pemkot Bandung siapkan sebagai langkah pencegahan dini terhadap meningkatnya kecenderungan obesitas pada anak sekolah.

Selanjutnya, Farhan katakan data hasil cek kesehatan gratis yang Dinas Kesehatan Kota Bandung lakukan tunjukkan tingkat kecenderungan obesitas anak sekolah masih tergolong rendah.

Namun, ia nilai pertumbuhannya cukup tinggi sehingga pemerintah harus segera antisipasi.

“Data dari hasil cek kesehatan gratis yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan menunjukkan bahwa tingkat kecenderungan obesitas anak-anak sekolah kita walaupun masih rendah tetapi pertumbuhannya tinggi,” ujar Farhan di Kantor PMI Kota Bandung, Senin 4 Mei 2026.

Pemkot Bandung Dorong Olahraga dan Edukasi Gizi

Kemudian, Farhan tegaskan langkah pencegahan tidak hanya lewat edukasi pola makan sehat.

Ia nilai pemerintah juga perlu tingkatkan aktivitas fisik anak di lingkungan sekolah.

Karena itu, Pemkot Bandung tengah siapkan program olahraga rutin tambahan bagi pelajar.

BACA JUGA: Survei Litbang Kompas Catat 85,9% Warga Bandung Puas Layanan Kesehatan, Tertinggi dari Semua Sektor

Durasi 30 Menit, Tiga Kali Seminggu

Lalu, Farhan ungkap saat ini kegiatan olahraga di sekolah umumnya hanya berjalan satu kali sepekan dengan durasi terbatas.

Ke depan, Pemkot Bandung ingin dorong pelaksanaan olahraga sebanyak tiga kali dalam seminggu dengan durasi minimal 30 menit setiap sesi.

“Kami juga akan segera meluncurkan program olahraga seminggu tiga kali. Masing-masing 30 menit. Sekarang ini hanya seminggu sekali,” katanya.

BACA JUGA: Wali Kota Bandung Bertekad Jadikan Bandung sebagai Kota paling Sehat di Indonesia dan Deklarasikan Bandung sebagai City of Champions

Aerobik dan Permainan Jadi Konsep Tambahan

Selain itu, Farhan jelaskan konsep olahraga tambahan tersebut tidak hanya berupa pelajaran olahraga formal.

Ia ingin sekolah terapkan aktivitas aerobik dan permainan olahraga yang menyenangkan agar anak lebih aktif bergerak.

“Ada dua olahraga lain yang perlu diterapkan pada anak-anak ini. Satu aerobik, kemudian permainan apapun cabang olahraganya,” ungkapnya.

BACA JUGA: Wali Kota, Farhan: Bandung Jadi Destinasi Wisata Olahraga yang Memanjakan, Ramah untuk Event Olahraga

Libatkan UPI dan ITB Kaji Sport Science

Untuk mematangkan program tersebut, Pemkot Bandung saat ini lakukan penelitian bersama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Farhan libatkan kedua perguruan tinggi itu karena memiliki kapasitas pengembangan sport science sebagaimana Undang-Undang Sistem Olahraga Nasional cantumkan.

Terakhir, Farhan nilai pendekatan berbasis sport science penting agar program olahraga siswa tidak hanya bersifat seremonial.

Ia targetkan program ini berdampak nyata terhadap kesehatan anak dan bentuk kebiasaan hidup aktif sejak dini.    Red

Komentar