Farhan Pimpin Sasapu Bandung Ke-4, Petugas Bersihkan 181 Titik di Kota Bandung Serentak

KABARHARMONI | BANDUNG, – Memasuki pekan keempat program Sasapu Bandung, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan kembali turun langsung ke lapangan.

Pada Minggu, 10 Mei 2026, ia memimpin kegiatan pembersihan lingkungan di sejumlah titik strategis Kota Bandung.

Farhan memimpin langsung aksi bersih-bersih di kawasan Kebon Jati, Stasiun Hall, hingga Pasirkaliki atau kawasan Paskal.

Masyarakat mengenal ketiga lokasi di Kelurahan Kebon Jeruk Kecamatan Andir ini sebagai kawasan dengan aktivitas dan lalu lintas yang tinggi.

Sasapu Berjalan Konsisten dan Berkelanjutan

Pemerintah Kota Bandung menegaskan bahwa program Sasapu tidak berhenti sebagai gerakan simbolis.

Sebaliknya, program ini berjalan konsisten dan berkelanjutan di lapangan.

Sejak pukul 04.00 WIB, aparat kewilayahan, petugas kebersihan, dan unsur pendukung bergerak membersihkan area jalan, saluran drainase, trotoar, serta titik-titik yang kerap menjadi lokasi penumpukan sampah.

Farhan juga meninjau langsung kondisi kawasan sambil berdialog dengan petugas tentang persoalan kebersihan yang masih ada di lapangan.

BACA JUGA: 4.600 Aparatur Turun Jalan, Pemkot Bandung Gelar Sapu-Sapu Bandung

Pemkot Bandung Perluas Cakupan Program ke 181 Titik

Program Sasapu sebelumnya hanya mencakup 46 titik.

Pemerintah Kota Bandung memperluas cakupan program menjadi 181 titik di seluruh wilayah Kota Bandung.

Memasuki pekan keempat, fokus pelaksanaan tidak hanya pada pembersihan rutin.

Petugas juga mulai memetakan persoalan lingkungan yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Selain mengangkut sampah dan sedimentasi saluran air, petugas mengarahkan kegiatan Sasapu untuk memastikan drainase tetap optimal, terutama menjelang meningkatnya intensitas hujan.

BACA JUGA: Wali Kota Farhan Pastikan tahun 2026 Memberikan Hasil yang Lebih Baik, Pengelolaan Sampah Menjadi Tantangan Besar Kota Bandung

Farhan Tekankan Pentingnya Kehadiran Aparat di Lapangan

Dalam kegiatan tersebut, Farhan mengingatkan aparat kewilayahan untuk hadir langsung di lapangan.

“Persoalan kebersihan kota tidak dapat diselesaikan hanya melalui laporan administratif, melainkan membutuhkan pengawasan dan tindakan nyata secara langsung,” ujarnya.

Selain menjadi contoh bagi masyarakat, program Sasapu juga berfungsi sebagai evaluasi terhadap respons dan kedisiplinan aparat kewilayahan dalam menjaga lingkungan di masing-masing wilayah.

BACA JUGA: Wali Kota Bandung, Farhan: Camat Adalah Garda Terpenting Layanan Publik, Harus Siap Hadapi Dinamika Sosial

Pemkot Bandung Gelar Gerakan Kebersihan Terpadu Serentak

Pelaksanaan Sasapu Bandung ke-4 berlangsung serentak di berbagai titik lain di Kota Bandung.

Pemerintah Kota Bandung terus menggencarkan gerakan kebersihan terpadu ini sebagai bagian dari upaya menjaga kenyamanan dan kesehatan lingkungan warga.    Red

Komentar