Belajar ke Kota Bandung: Pemkot Padang Kupas Tuntas Digitalisasi Parkir

KABARHARMONI | BANDUNG, – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menjadi rujukan daerah lain dalam mengelola transportasi perkotaan.

Kali ini, Pemerintah Kota Padang melakukan kunjungan kerja ke Bandung.

Tujuannya adalah mempelajari berbagai inovasi yang Pemkot Bandung terapkan.

Inovasi itu meliputi digitalisasi parkir hingga pengembangan sistem transportasi terintegrasi.

Farhan Paparkan Tantangan Mobilitas Kota Metropolitan

Pertemuan berlangsung di Pendopo Kota Bandung pada Senin 29 Juni 2026.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memimpin langsung diskusi tersebut.

Ia menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pemkot Padang.

Pada kesempatan yang sama, ia memaparkan tantangan yang Kota Bandung hadapi saat ini.

Sebagai kota metropolitan, Bandung memiliki tingkat mobilitas yang sangat tinggi.

Farhan mengungkapkan, jumlah kendaraan bermotor di Kota Bandung kini hampir menyamai jumlah penduduk.

Dari sekitar 2,6 juta penduduk, tercatat sekitar 2,3 juta kendaraan bermotor.

Dari jumlah itu, sekitar 1,7 juta unit merupakan sepeda motor.

Menurutnya, kondisi tersebut muncul akibat pesatnya pertumbuhan ekonomi.

Sebelum pandemi Covid-19, angka pertumbuhan ekonomi Bandung pernah mencapai sekitar 8 persen.

Saat ini, Pemkot Bandung memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi.

Pemerintah menata ulang sistem perparkiran agar lebih tertib dan efisien.

BACA JUGA: Kolaborasi Bandung-Kotawaringin Timur: Kerja Sama Dongkrak PAD Lewat Digitalisasi

Strategi Gedung Parkir dan Atasi Parkir Badan Jalan

Salah satu strategi yang Pemkot Bandung jalankan adalah menata lalu lintas.

Pemerintah memasang separator jalan.

Kebijakan ini membuat kendaraan tidak lagi dapat parkir di badan jalan.

Oleh karena itu, Pemkot Bandung mendorong pembangunan gedung parkir.

Pemerintah menggunakan skema investasi bersama pihak swasta.

“Kami sedang mencari investor untuk pembangunan gedung parkir. Harapannya, pengembangan pusat perbelanjaan maupun hotel juga diikuti dengan penyediaan fasilitas parkir yang memadai sehingga mampu mengurangi parkir di badan jalan,” kata Farhan.

Lebih lanjut, Farhan menilai konektivitas Kota Bandung kini semakin baik.

Faktor pendorongnya antara lain meningkatnya jumlah penumpang Kereta Cepat Whoosh.

Selain itu, rencana beroperasinya kembali Bandara Husein Sastranegara dan tersambungnya berbagai ruas jalan tol juga meningkatkan mobilitas masyarakat.

Namun demikian, kemudahan akses itu membawa konsekuensi.

Kebutuhan ruang parkir terus meningkat.

Karena itu, kota memerlukan strategi pengelolaan yang lebih modern dan berkelanjutan.

Farhan berharap pertemuan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman antardaerah.

Fokusnya adalah menghadapi tantangan perkotaan, khususnya di bidang transportasi dan perparkiran.

BACA JUGA: Wali Kota, Farhan: Parkir Di Atas Trotoar Tidak Dibenarkan, Juru Parkir Memfasilitasi Parkir Liar Wajib Bertanggung Jawab

Padang Ingin Terapkan Praktik Terbaik Bandung

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menjelaskan tujuan kunjungan tersebut.

Pihaknya datang untuk mempelajari praktik terbaik.

Rombongan Pemkot Padang mempelajari pengelolaan transportasi massal, sistem parkir, hingga digitalisasi layanan publik.

Menurutnya, Kota Padang saat ini menghadapi tantangan serupa.

Kota itu perlu meningkatkan efektivitas pengelolaan transportasi umum dan parkir.

Kebutuhan ini muncul seiring berkembangnya infrastruktur di Sumatera Barat.

“Kami melihat Bandung sudah lebih maju dalam digitalisasi parkir maupun sistem transportasi. Karena itu kami datang untuk belajar dan berbagi pengalaman agar dapat diterapkan di Kota Padang,” ujarnya.

Maigus menjelaskan, mobilitas di Kota Padang akan meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Penyebabnya adalah pembangunan berbagai infrastruktur strategis.

Beberapa di antaranya adalah flyover, jalan tol menuju Bukittinggi, dan berkembangnya kawasan wisata.

Mentawai menjadi salah satu contoh destinasi selancar kelas dunia.

BACA JUGA: Pemkot Bandung dan Pemkot Bogor, Berbagi Pengalaman dalam Penanganan dan Pencegahan Stunting

Padang Mobile Jadi Inovasi Layanan Digital Padang

Selain transportasi, Pemkot Padang juga memperkenalkan inovasinya.

Pemerintah Kota Padang telah mengembangkan aplikasi Padang Mobile.

Aplikasi ini mengintegrasikan beragam layanan pemerintahan.

Cakupannya meliputi pemantauan transportasi umum hingga program pembinaan karakter berbasis digital.    Red

Komentar