KABARHARMONI | BANDUNG, – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Drs. Heri Hermawan, M.M.Pd., mendorong penguatan sinergi lintas sektor untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Dorongan tersebut terutama untuk upaya penanganan stunting, Tuberkulosis (TBC), serta optimalisasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kecamatan Bandung Kulon.
Heri menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Lokakarya Mini Kesehatan Triwulan III bertema “Sinergi Lintas Sektor: Zero Stunting, Optimalisasi CKG, & Penanganan TBC” di Kecamatan Bandung Kulon, Selasa, 29 September 2026.
Lokakarya Mini Jadi Forum Penting Identifikasi Persoalan Kesehatan Warga
Menurut Heri, Lokakarya Mini Kesehatan menjadi forum penting untuk mengidentifikasi berbagai persoalan kesehatan yang masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan hadapi di tingkat kewilayahan.
Berbagai temuan dan masukan dari lapangan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus pengawasan DPRD bersama perangkat daerah terkait.
Ia menilai DPRD Kota Bandung, khususnya Komisi IV, memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam memastikan kebijakan dan program kesehatan mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Peran tersebut pemerintah dan DPRD jalankan melalui fungsi penganggaran, pengawasan, dan pembentukan peraturan daerah.
“DPRD hadir bukan sebagai eksekutor, melainkan sebagai mitra strategis kewilayahan. Kita ingin memastikan setiap kebijakan kesehatan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Heri.
DPRD Pastikan Dukungan APBD untuk PMT, Skrining TBC, dan CKG
Dalam fungsi penganggaran, kata Heri, DPRD berperan memastikan dukungan APBD terhadap berbagai program kesehatan.
Dukungan tersebut mencakup kebutuhan Program Makanan Tambahan (PMT) dalam penanganan stunting, pelaksanaan skrining TBC, serta dukungan logistik untuk program CKG.
Dukungan anggaran tersebut, lanjutnya, perlu teralokasikan secara proporsional dan tepat sasaran agar pelaksanaan program kesehatan dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Sementara dalam fungsi pengawasan, DPRD dapat melakukan monitoring terhadap pelaksanaan program bersama pemerintah kewilayahan dan puskesmas.
Pengawasan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk menginventarisasi berbagai kendala yang muncul dalam pelaksanaan program di lapangan.
Adapun melalui fungsi pembentukan regulasi, DPRD mendorong kebijakan daerah yang dapat memperkuat terciptanya lingkungan sehat, peningkatan sanitasi, serta kemudahan akses dan rujukan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
BACA JUGA: Wali Kota Bandung Lepas 64 Pramuka ke Jamnas XII 2026: Bawa Nama Baik dan Perkuat Persatuan
Program Kesehatan Harus Berdampak Nyata, Bukan Sekadar Administratif
Heri menegaskan, keberhasilan program kesehatan tidak semata-mata terukur dari pencapaian target administratif, tetapi juga dari dampak nyata yang masyarakat rasakan.
“Program penanganan stunting, TBC, maupun CKG harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Karena itu, seluruh program harus dilaksanakan secara terarah, berkelanjutan, dan melibatkan berbagai unsur,” katanya.
Terkait penanganan stunting, Heri mendorong adanya intervensi yang lebih terarah dan kolaboratif, terutama pada wilayah yang masih menghadapi persoalan stunting.
Menurut Heri, pemerintah, tenaga kesehatan, kader, keluarga, serta masyarakat harus melakukan upaya pencegahan dan penanganan secara berkelanjutan dan kolaboratif.
Selain itu, partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan kesehatan juga perlu terus meningkat.
Program CKG, kata Heri, dapat menjadi momentum bagi masyarakat, khususnya kelompok usia produktif, untuk melakukan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan kesehatan.
“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh program kesehatan ini memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Karena itu, sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, puskesmas, kader, dan masyarakat harus terus diperkuat,” kata Heri.
Penguatan sinergi lintas sektor tersebut akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat upaya mewujudkan Bandung Kulon Sehat dan Kota Bandung Zero Stunting. Red







Komentar