KABARHARMONI | BANDUNG, – Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung terus memperkuat upaya penyerapan tenaga kerja.
Terbaru, Dinas Ketenagakerjaan menggelar Job Fair Future Connect 2026 Wilayah Bandung Tengah di GOR Bandung pada Kamis, 18 Juni 2026.
Kegiatan itu menghadirkan hampir 2.000 lowongan kerja dan 1.359 pencari kerja terdaftar mengikutinya.
Job Fair Jadi Strategi Utama Percepat Rekrutmen
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, menyebut job fair sebagai strategi utama.
Program ini mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja secara lebih cepat dan efisien.
Menurut Yayan, pola pelaksanaan job fair akan berubah total.
Jika sebelumnya Dinas Ketenagakerjaan hanya menggelar job fair tiga hingga empat kali setahun, ke depan mereka menargetkan menggelar job fair satu kali setiap bulan.
“Pelaksanaan job fair yang tadinya setahun hanya tiga sampai empat kali, sekarang kita akan perbanyak menjadi satu bulan satu kali,” ujarnya.
BACA JUGA: Pemkot Bandung Berupaya Menurunkan Angka Pengangguran melalui Bursa Kerja
Konsep Sederhana, Frekuensi Tinggi, Dampak Maksimal
Selain itu, Yayan menjelaskan pihaknya membuat konsep kegiatan sederhana.
Tujuannya agar biaya penyelenggaraan lebih efisien.
Namun, pihaknya meningkatkan frekuensi sehingga semakin banyak warga memperoleh kesempatan kerja.
“Kami ingin lebih banyak menjembatani antara pencari kerja dan pemberi kerja. Hari ini saja tersedia hampir 2.000 lowongan kerja dari berbagai perusahaan,” katanya.
Lebih lanjut, Yayan menilai cara tersebut lebih efektif.
Pencari kerja tidak perlu mendatangi perusahaan satu per satu.
Melalui job fair, perusahaan berkumpul dalam satu lokasi.
Akibatnya, proses rekrutmen menjadi lebih mudah dan cepat.
BACA JUGA: DPRD Bandung Dorong Job Fair Turunkan Pengangguran, Kata Asep Mulyadi
Tantangan Ekonomi Global, Dinas Ketenagakerjaan Perkuat Digitalisasi
Yayan mengakui kondisi ekonomi global saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi sektor ketenagakerjaan.
Kenaikan harga energi dan fluktuasi ekonomi internasional berpotensi berdampak pada angka pengangguran.
Saat ini, Dinas Ketenagakerjaan mencatat jumlah pengangguran di Kota Bandung sekitar 99.300 orang.
Karena itu, Dinas Ketenagakerjaan berupaya mempercepat penyaluran tenaga kerja melalui berbagai program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Untuk itu, selain job fair rutin, Dinas Ketenagakerjaan memanfaatkan teknologi.
Aplikasi New Bimma hadir untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan ketenagakerjaan dan informasi lowongan kerja secara daring.
“Kantor yang bagus bukan yang antre pengunjungnya, tetapi yang sudah memanfaatkan teknologi untuk melayani masyarakat. Karena itu kami menggunakan aplikasi New Bimma untuk layanan ketenagakerjaan,” kata Yayan. Red







Komentar