Anggota DPRD Nina Fitriana Dorong “Legislasi Hijau” di Hadapan Mahasiswa UIN Kota Bandung

KABARHARMONI | BANDUNG, – Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Nina Fitriana Sutadi, S.IP., M.IP., hadir sebagai narasumber dalam Seminar National Public Administration Student Summit Vol. 2.

Kegiatan berlangsung di Aula lt. 1 FISIP UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Kamis, 2 Juli 2026.

AP Pustaka FISIP UIN Bandung menginisiasi acara ini sebagai wadah motivasi bagi mahasiswa Administrasi Publik.

Melalui seminar ini, panitia mengajak mahasiswa memahami peran strategis kebijakan daerah terhadap kelestarian lingkungan.

BACA JUGA: Anggota DPRD Kota Bandung, Nina Fitriana Sutadi: Sinergi Eksekutif dan Legislatif, Kunci Pelayanan Publik yang Efektif

Legislasi Hijau Harus Berpihak pada Lingkungan

Dalam materinya bertajuk “Legislasi Hijau”, Nina memaparkan instrumen hukum dan perundang-undangan harus berpihak secara nyata pada pengelolaan lingkungan hidup.

Ia menekankan pentingnya sinergi tiga pilar utama.

Ketiga pilar tersebut meliputi regulasi, penganggaran, serta pengawasan ketat DPRD.

Pemerintah dan kampus memerlukan sinergi ini untuk menutup celah kegagalan kebijakan di lapangan.

Menurut Nina, tanpa dukungan anggaran dan pengawasan, regulasi lingkungan hanya akan menjadi dokumen tanpa implementasi.

Oleh karena itu, DPRD berperan aktif memastikan pemerintah menjalankan setiap kebijakan lingkungan secara konsisten dan tepat sasaran.

BACA JUGA: Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Nina Fitriana: Pemuda Harus Jadi Agen Perubahan dalam Pembangunan Bangsa

Tantang Mahasiswa Jadi Agen Perubahan Kebijakan

Melalui pemaparan interaktif ini, Nina menantang mahasiswa untuk berpikir kritis.

Nina Fitriana meminta mahasiswa memecahkan hambatan eksekusi, kepatuhan, dan validitas data publik yang kerap menjadi kendala dalam implementasi kebijakan lingkungan..

Lebih dari itu, Nina memotivasi mahasiswa agar menjadi agen perubahan.

Ia berharap ke depan mahasiswa mampu melahirkan kebijakan yang berdampak nyata bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Kehadiran anggota DPRD di kampus ini memperkuat jembatan antara dunia akademisi dan pembuat kebijakan.

Dengan demikian, muncul gagasan-gagasan segar untuk diadopsi dalam penyusunan peraturan daerah ke depan. Red

Komentar