BMKG Ingatkan Hujan Ekstrem, Pemkot Bandung Kebut Pembersihan Drainase dan Tertibkan Bangunan Liar

KABARHARMONI | BANDUNG, – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir di tengah musim kemarau.

Langkah antisipatif ini Pemkot ambil setelah menggelar rapat bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk membahas potensi cuaca ekstrem di wilayah Kota Bandung.

BMKG: Peluang Hujan Tinggi Kecil, Dampak Bisa Besar

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memaparkan hasil analisis BMKG.

Berdasarkan data tersebut, peluang terjadinya hujan dengan intensitas tinggi memang tergolong kecil.

Namun, Farhan menekankan bahwa kondisi itu bisa menimbulkan dampak yang sangat besar jika benar-benar terjadi.

“BMKG menyebut kemungkinan terjadinya hujan tinggi sekitar enam persen. Tetapi kalau enam persen itu terjadi, maka akan terjadi banjir yang luar biasa,” ujar Farhan pada Senin, 6 Juli 2026.

Oleh karena itu, Pemkot Bandung tidak menunggu hingga bencana terjadi.

Pemerintah langsung menggerakkan langkah pencegahan.

BACA JUGA: Dwikorita: Peringatan Dini Bukan Sekadar Informasi Tapi Seruan untuk Tindakan Nyata

Dinas SDA dan Bina Marga Turun ke Lapangan

Sebagai langkah awal, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga langsung melakukan inspeksi serta pembersihan drainase di berbagai wilayah.

Dari hasil peninjauan di lapangan, petugas menemukan banyak saluran air yang tidak berfungsi optimal.

Penyebabnya, sejumlah drainase tertutup oleh bangunan liar dan aktivitas pedagang kaki lima.

“Banyak drainase kita tertutup oleh bangunan liar dan PKL yang berada di atas saluran air,” kata Farhan.

Temuan ini menunjukkan bahwa penyempitan dan penyumbatan saluran air menjadi salah satu faktor utama yang dapat memperparah risiko genangan.

BACA JUGA: Tegas tapi Humanis: Pemkot Bandung Bongkar 63 Bangunan Liar di Dipatiukur Kembalikan Fungsi Trotoar

Pemkot Tertibkan Secara Bertahap dan Persuasif

Menindaklanjuti temuan tersebut, Pemkot Bandung segera melakukan penertiban terhadap bangunan dan aktivitas yang mengganggu fungsi drainase.

Farhan menegaskan, Pemkot tidak akan melakukan penertiban secara represif.

Pemerintah memilih pendekatan persuasif dan bertahap agar masyarakat memiliki waktu untuk menyesuaikan diri.

“Kita tidak langsung datang dan membongkar. Sudah ada surat peringatan pertama, kedua, dan ketiga,” jelasnya.

Dengan cara ini, Pemkot berharap masyarakat memahami pentingnya menjaga fungsi drainase demi kepentingan bersama.

BACA JUGA: Komitmen Wali Kota Bandung untuk Penertiban Bangunan di Sempadan Sungai

Normalisasi Drainase Jadi Kunci Minimalkan Risiko Banjir

Normalisasi drainase menjadi salah satu upaya penting dalam strategi mitigasi bencana Kota Bandung.

Langkah ini bertujuan meminimalisasi risiko banjir, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi turun secara tiba-tiba.

Pemkot Bandung menargetkan pembersihan saluran air dan penertiban bangunan liar dapat meningkatkan kapasitas drainase.

Dengan kapasitas yang lebih baik, saluran air mampu mengalirkan air lebih lancar sehingga potensi genangan dan banjir di berbagai wilayah kota berkurang.

Melalui langkah cepat dan terkoordinasi ini, Pemkot Bandung mengajak seluruh warga untuk turut menjaga kebersihan saluran air dan tidak mendirikan bangunan di atas area drainase.    Red

Komentar