KABARHARMONI | BANDUNG, – Inovasi aparatur sipil negara (ASN) tidak hanya terukur dari gagasan baru, tetapi juga dari manfaat yang masyarakat rasakan.
Di Kota Bandung, inovasi seperti Buruan Sae dan Kang Pisman menjadi contoh program yang terus berkembang untuk mengedukasi warga tentang ketahanan pangan keluarga dan pengelolaan sampah.
Kepala BKPSDM Kota Bandung, Evi Hendarin, mengatakan keberlanjutan inovasi menjadi salah satu hal yang membanggakan dari kinerja ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bandung.
Menurutnya, inovasi tersebut mampu mempercepat pelaksanaan program pemerintah sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.
“Yang membanggakan adalah ketika seorang ASN membuat inovasi untuk mengakselerasi berbagai program kegiatan yang ada dalam lingkup tugasnya,” ujar Evi di Kantor BKPSDM Kota Bandung, Senin, 19 Oktober 2026.
BACA JUGA: Gerakan Kang Pisman: Ubah Sampah Jadi Sumber Daya, 70% Sampah Rumah Tangga Bisa Diolah di Rumah
Buruan Sae dan Kang Pisman Mendunia
Evi mencontohkan Buruan Sae yang mendorong pemanfaatan lahan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga. Serta, Kang Pisman yang memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan lingkungan.
Ia menegaskan kedua inovasi tersebut perlu terus terjaga keberlanjutannya agar manfaatnya dapat masyarakat rasakan secara luas.
Bahkan, Buruan Sae telah mendapat perhatian di tingkat internasional melalui apresiasi yang terselenggara di Milan, Italia.
“Buruan Sae dan Kang Pisman terus bisa berkelanjutan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Tentang pentingnya mengelola kebersihan dan lingkungan agar lebih memberikan dampak untuk ketahanan pangan di Kota Bandung,” katanya.
BACA JUGA: Kota Bandung Raih Penghargaan Internasional untuk Program Ekonomi Sirkular Buruan Sae
BKPSDM Gelar Anugerah ASN Berprestasi 2026
Untuk mendorong lebih banyak inovasi serupa, BKPSDM Kota Bandung secara rutin menyelenggarakan penilaian ASN Berprestasi.
Pada 2026, program ini berkembang melalui dua kategori, yakni ASN Berprestasi dan ASN Teladan.
Evi menjelaskan kategori ASN Berprestasi bertujuan untuk menjaring talenta terbaik yang menghasilkan inovasi. Serta memberikan dampak terhadap peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Sejumlah finalis telah terpilih untuk mengikuti proses penilaian oleh panelis yang tim rekrut secara khusus dari kalangan akademisi.
Puncak kegiatan akan terselenggara pada 29 Oktober 2026 melalui Anugerah ASN Berprestasi.
Melalui ajang tersebut, BKPSDM berharap inovasi dan kinerja ASN yang memberikan manfaat bagi masyarakat dapat memperoleh apresiasi. Sekaligus menjadi inspirasi bagi pegawai lainnya.
Tingkatkan Kapasitas Lewat Gercep Asik dan Bandung Learning Center
Di samping penghargaan, BKPSDM juga menjalankan berbagai program untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme ASN.
Pengembangan kompetensi terlaksana berdasarkan Human Capital Development Plan (HCDP), melalui metode pembelajaran klasikal atau tatap muka maupun nonklasikal berbasis digital.
Salah satu fasilitas yang termanfaatkan adalah Bandung Learning Center, yang menyediakan learning management system (LMS) berbasis e-learning.
Sarana ini memungkinkan ASN mengakses materi pembelajaran untuk mendukung pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.
Selain itu, BKPSDM juga memperkuat integritas pegawai melalui kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dalam pembelajaran antikorupsi dasar dan ASN berintegritas.
BACA JUGA: Pemkot Bandung dan KPK Tingkatkan Kolaborasi untuk Pencegahan Korupsi Efektif
Program tersebut terwajibkan bagi seluruh ASN Kota Bandung melalui arahan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.
Dari sisi manajemen kepegawaian, BKPSDM mengelola empat aspek utama, yakni pengadaan, penempatan, pengembangan kompetensi, dan penilaian kinerja.
Pengelolaan tersebut terdukung Gercep Asik atau Gerbang Cepat Administrasi Sistem Kepegawaian yang terintegrasi dengan berbagai fitur layanan bagi sekitar 22.000 ASN di Kota Bandung.
Evi berharap penguatan kompetensi, integritas, dan budaya inovasi dapat mendorong seluruh ASN memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan pelayanan publik.
“Harapan kita, ASN di Kota Bandung yang jumlahnya sekitar 22.000 itu semuanya memberikan dampak kepada pembangunan, pemberdayaan masyarakat. Maupun pelayanan publik yang ada di Kota Bandung,” tuturnya. Red







Komentar