Dewan Kota Bandung Tekankan Sinergi dan Keadilan Anggaran dalam Musrenbang Buahbatu

KABARHARMONI | BANDUNG, – Pimpinan DPRD Kota Bandung, Dr. H Edwin Senjaya, S.E., M.M., membangun sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk pembangunan Kota Bandung, bukan melakukannya secara parsial.

Kang Edwin Senjaya menyampaikan hal tersebut saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Buahbatu Tahun 2026. Untuk menyusun rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) Tahun 2027, di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Barat, Rabu, 4 Februari 2026.

Sinergi dan Kolaborasi Jadi Kunci

Kegiatan itu dihadiri H. Andri Rusmana, S.Pd.I., M.A.P. (Dewan Kota Bandung), Camat Buahbatu Edi Junaidi, S.IP., M.M., para lurah, dan Forkopimcam Kecamatan Buah Batu.

“Pembangunan Kota Bandung membutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat. DPRD dan Pemerintah Kota harus berjalan seiring agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA: Ketua DPRD, Asep Mulyadi Hadiri Pisah Sambut Kajari Kota Bandung, Ajak Sinergi untuk Kota Bandung yang Lebih Baik

Keadilan Anggaran Jadi Fokus Utama

Kang Edwin Senjaya menjelaskan Musrenbang memiliki dasar hukum yang kuat, mulai dari Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, hingga peraturan turunannya.

Masyarakat harus merasakan langsung manfaat implementasi kebijakan itu.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Edwin Senjaya juga menyoroti pentingnya keadilan dalam penetapan pagu indikatif anggaran di tingkat kewilayahan.

Ia menilai, selama ini masih terdapat kecenderungan penyamaan pagu anggaran tanpa mempertimbangkan perbedaan luas wilayah, jumlah penduduk, dan kompleksitas permasalahan di masing-masing kelurahan.

BACA JUGA: Pemkot Bandung Terancam Defisit Anggaran Rp 300 Miliar, DPRD Minta Cari Sumber Dana Lain

Pagu Indikatif Harus Sesuai dengan Kondisi Riil

“Pagu indikatif jangan dipukul rata. Harus disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. Ada kelurahan dengan jumlah penduduk dan persoalan yang jauh lebih besar, tentu kebutuhannya juga berbeda,” katanya.

Ia mencontohkan salah satu kelurahan di Kecamatan Buah Batu yang memiliki jumlah penduduk dan permasalahan sosial cukup tinggi. Termasuk kasus stunting, tapi alokasi anggarannya belum proporsional.

BACA JUGA: Wakil Ketua DPRD, Edwin Senjaya Desak Perbaikan Pelayanan RSUD Bandung Kiwari

Dewan Kota Bandung Komitmen Perjuangkan Kesejahteraan Masyarakat

Kang Edwin Senjaya menegaskan komitmen DPRD Kota Bandung untuk terus memperjuangkan dan mengawal pembangunan yang adil dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Insyaallah, DPRD Kota Bandung akan terus bersama-sama memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Kecamatan Buah Batu dan Kota Bandung secara keseluruhan,” tuturnya.    Red

Komentar