KABARHARMONI | BANDUNG, – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memprioritaskan pengelolaan sampah dalam Siskamling Siaga Bencana ke-92 di Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Cicendo.
Dia dorong penguatan sistem berbasis kewilayahan sebagai kesiapsiagaan kota menghadapi tantangan lingkungan.
Farhan: Stop Kelola Sampah Konvensional, Wajib Berbasis Data
Pertama, Farhan menegaskan pengelolaan sampah saat ini tidak lagi dapat berjalan secara konvensional.
Dia meminta sistem baru berbasis data, terukur, dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
“Ke depan kita harus memastikan bahwa pengelolaan sampah dilakukan secara nyata di tingkat wilayah. Data yang ada harus mencerminkan kondisi di lapangan,” ujarnya pada Selasa, 28 April 2026.
Selanjutnya, Pemkot Bandung memperkuat sistem monitoring melalui laporan neraca sampah mingguan dan bulanan.
Langkah ini mencatat jumlah sampah yang warga hasilkan, olah, serta butuh penanganan lanjutan.
Apresiasi Lurah Pamoyanan, Farhan Tinjau Lapangan 31 Mei 2026

Farhan mengapresiasi paparan Lurah Pamoyanan Latifah Hanum Sinaga soal upaya penanganan dan pengelolaan sampah di wilayahnya.
“Melalui monitoring dan evaluasi ini, kita ingin memastikan proses pengelolaan berjalan optimal dan berkelanjutan,” katanya.
Kemudian, Farhan menjadwalkan kunjungan ke Kelurahan Pamoyanan pada Kamis, 31/05/2026.
Dia akan mengecek langsung beberapa titik lokasi yang warga usulkan untuk perbaikan saat dialog siskamling.
BACA JUGA: Menteri Lingkungan Hidup RI Apresiasi Pengelolaan Sampah Berbasis Kewilayahan di Bandung
Siapkan Perubahan TPA, Dorong Ekonomi Sirkular dan Urban Farming
Selain itu, Farhan mengingatkan Kota Bandung bersiap menghadapi perubahan besar sistem pengelolaan sampah.
Pemkot merencanakan penyesuaian penggunaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ke depan.
Oleh karena itu, setiap wilayah harus mampu mengelola sampah secara mandiri.

“Kita harus mulai membangun kemandirian dalam pengelolaan sampah. Semakin banyak yang bisa diselesaikan di wilayah, semakin baik untuk keberlanjutan kota,” jelasnya.
Lebih lanjut, Pemkot Bandung mendorong konsep ekonomi sirkular.
Pemerintah mengarahkan pengolahan sampah organik untuk kegiatan urban farming maupun program dapur sehat masyarakat.
Pendekatan ini tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga memberi nilai tambah bagi warga.
BACA JUGA: Wali Kota Bandung Tinjau Proyek Pembangunan Ulang TPST untuk Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Libatkan Warga: Pemilahan Sampah Hingga Pengolahan Mandiri
Terakhir, Wali Kota menegaskan keberhasilan pengelolaan sampah bergantung pada keterlibatan masyarakat.

Warga berperan mulai dari pemilahan, pengurangan, hingga pemanfaatan kembali sampah.
Pemkot terus memperkuat program berbasis warga seperti gerakan pengumpulan sampah dan pengolahan mandiri.
Farhan menargetkan program ini merata di seluruh wilayah.
“Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, kita optimistis dapat mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Usai acara, Camat Cicendo Siti Romlah mengantar Wali Kota Bandung menuju kendaraan.
Saat itu, Lurah Pamoyanan Hanum mengekspresikan kebahagiaan.
Dia bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
Hanum apresiasi respons cepat Farhan atas usulan-usulan masyarakat Kelurahan Pamoyanan. Red







Komentar