Farhan Tetapkan Campaka Prioritas: Kolaborasi Atasi Perbatasan Cimahi dan Instruksikan Olah Sampah Mandiri Selama Darurat Sarimukti

KABARHARMONI | BANDUNG, – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menetapkan Kelurahan Campaka sebagai wilayah prioritas karena kompleksitas persoalan di daerah perbatasan.

Farhan menilai kawasan ini strategis sekaligus rentan, sebab dinamika dari Kota Cimahi turut berdampak langsung pada Kota Bandung.

Farhan menyampaikan hal itu dalam kegiatan Siskamling Siaga Bencana ke-93, Jumat 1 Mei 2026, di Kelurahan Campaka, Kecamatan Andir.

Lurah Campaka Paparkan Kesiapan Wilayah Hadapi Bencana dan Sampah

Lurah Campaka Iyan Sopian Hadi, S.Sos., M.A.P., menyampaikan paparan laporan kewilayahannya dalam Siskamling Siaga Bencana ke-93.

Iyan menegaskan seluruh unsur RW dan RT di Campaka siap menjalankan arahan Wali Kota. Terutama terkait mitigasi bencana dan pengelolaan sampah mandiri.

“Kami menyambut baik perhatian Pak Wali Kota terhadap Campaka. Sebagai kelurahan perbatasan, kami menghadapi kompleksitas tinggi. Mulai dari banjir kiriman, kemacetan, hingga dampak sosial dari wilayah tetangga,” kata Iyan.

Selain itu, terkait darurat sampah akibat penutupan TPA Sarimukti, Iyan menyatakan pihaknya langsung mengonsolidasikan seluruh ketua RW.

Warga mengolah sampah organik di rumah dan mengurangi sampah anorganik melalui petugas Gaslah,” ujar Iyan.

Iyan pun menjelaskan pengolahan sampah menjadi prioritas, karena pihaknya sudah membentuk Gaslah atau petugas pemilah sampah di setiap RW. Totalnya ada 7 petugas dari 7 RW di Kelurahan Campaka.

Dengan di lounchingnya Gaslah, gerakan atisipasi sampah dan pemilahan sampah berjalan.

“Begitu Pak Wali instruksikan, kami langsung gerak. Kami minta warga aktif memilah sampah dari rumah. Bank sampah di tiap RW juga kami optimalkan agar tidak terjadi penumpukan di TPS,” tutur Iyan.

BACA JUGA: Wali Kota Bandung Akhiri Siskamling “Warga Jaga Warga, Warga Jaga Kota” di Kecamatan Andir dan Memulai Siskamling Siaga Bencana ke 151 Kelurahan

Kolaborasi Lintas Sektor Tangani Perbatasan

“Ini termasuk kelurahan prioritas karena berada di daerah perbatasan. Apa yang terjadi di kota Cimahi pun berdampak pada Kota Bandung,” kata Farhan.

Lebih jauh, Farhan menegaskan warga tidak bisa menyelesaikan masalah di wilayah perbatasan secara instan.

Karena itu, ia meminta pendekatan kolaboratif dengan melibatkan lurah, camat, serta tujuh RW setempat untuk merumuskan solusi bersama.

“Permasalahannya sangat kompleks sehingga perlu konsolidasi bersama. Insya Allah ini bisa dibantu tidak hanya oleh Forkopimcam tetapi juga keberadaan kompleks Kodam dan Lanud Husein yang dapat memberdayakan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, Farhan mendorong percepatan program prakarsa yang tujuh RW Campaka sudah terima.

Menurutnya, program ini fokus menjawab persoalan lingkungan khususnya di gang-gang permukiman.

“Yang disegerakan adalah program prakarsa. Saya ingin memastikan program ini berjalan sesuai kebutuhan masyarakat terutama untuk menangani masalah lingkungan,” jelasnya.

BACA JUGA: Kerja Sama Bandung-Cimahi: Sinergi Lintas Wilayah untuk Tata Ruang dan Infrastruktur

Instruksikan Olah Sampah Mandiri Hadapi Penutupan TPA

Sementara itu, Farhan juga menyoroti kondisi darurat pengelolaan sampah. Menyusul penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti sejak Kamis 30 April 2026 lalu.

Dampaknya, petugas menghentikan pengangkutan sampah dari Kota Bandung selama tiga hari.

“Kita sudah tidak bisa mengangkut sampah ke Sarimukti pada Jumat, Sabtu, dan Minggu. TPS dan TPA sudah penuh,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, sebagai langkah antisipasi, Farhan menginstruksikan seluruh lurah untuk segera berkoordinasi dengan RW.

Ia meminta setiap wilayah mengolah sampah secara mandiri selama masa darurat tersebut.

“Saya minta seluruh lurah memastikan sampah selama tiga hari ini diolah di RW masing-masing, agar tidak terjadi penumpukan berlebihan,” tuturnya.    Red

Komentar