Parade Budaya Asia Africa Festival 2026 Meriah Sejak Pagi, Ribuan Warga Padati Jalan Asia Afrika

KABARHARMONI | BANDUNG, Antusiasme masyarakat mewarnai pelaksanaan parade budaya pada Asia Africa Festival (AAF) 2026, Sabtu 11 Juli 2026.

Sejak pukul 06.00 WIB, warga sudah memadati kawasan Jalan Asia Afrika hingga Jalan Cikapundung Barat.

Mereka berebut posisi terbaik untuk menyaksikan parade yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga menjelang pukul 12.00 WIB.

Warga menantikan parade budaya sebagai salah satu agenda utama Asia Africa Festival 2026.

Masyarakat dari berbagai kalangan memenuhi sisi kanan dan kiri jalan.

Mereka menikmati beragam pertunjukan seni dan budaya yang tampil sepanjang rute parade.

Marching Band Buka Parade, Komunitas Daerah Tampilkan Atraksi

Panitia membuka parade dengan penampilan Marching Band Bhinneka Bhakti Taruna (MB BBT) Kabupaten Bandung.

Setelah itu, berbagai komunitas seni dan budaya dari sejumlah daerah di Indonesia tampil mengisi jalan.

Para peserta menampilkan beragam atraksi.

Mulai dari tarian tradisional, seni bela diri, parade busana adat, hingga pertunjukan budaya yang merepresentasikan keberagaman dan kekayaan budaya Nusantara.

Sanggar Tari Bali Asmarandana, Sanggar Putri Ayu Jepang dan Indonesia, Perempuan Berkebaya Indonesia Kota Cirebon, Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda Madiun, Kereta Kencana Pasraman Sarwa Dharma, Sanggar Yang Art Disparbud Kabupaten Garut, dan Sanggar Bambu Gunung turut memeriahkan parade.

BACA JUGA: Asia Africa Festival 2026 Resmi Dibuka, Tegaskan Semangat Bandung Menuju Green Bandung Spirit

Cuaca Terik Tak Surutkan Semangat Warga

Sepanjang parade berlangsung, suasana meriah terasa di sepanjang jalan.

Meskipun cuaca semakin terik menjelang siang, semangat masyarakat tidak surut.

Banyak pengunjung bertahan hingga seluruh rangkaian parade usai.

Mereka juga mengabadikan setiap penampilan menggunakan telepon genggam.

Liaison Officer (LO) Pendamping Delegasi Pemerintah Kabupaten Garut, Nikeisha, mengamati antusiasme tinggi dari masyarakat.

Ia menyebut warga sudah memadati lokasi sejak pagi.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Sejak pagi hari, bahkan sebelum acara dimulai, masyarakat sudah memadati kawasan Asia Afrika untuk mendapatkan posisi terbaik menyaksikan parade,” ujarnya.

Pengunjung bernama Sudarmi menyampaikan hal senada.

Ia rela datang lebih awal demi menikmati seluruh rangkaian parade budaya.

“Hari ini acaranya sangat meriah. Pengunjungnya ramai sekali. Saya tidak peduli cuaca panas, yang penting bisa menyaksikan festival sampai selesai. Saya bahkan datang bersama suami saya yang berusia 81 tahun dengan berjalan kaki sekitar delapan kilometer dari rumah demi menyaksikan kemeriahan Asia Africa Festival,” tuturnya.

BACA JUGA: Asia Afrika Festival: Contoh Ideal Event yang Lengkap dan Berkelanjutan

Festival Perkuat Citra Bandung sebagai Kota Keberagaman

Melalui keberagaman seni, budaya, dan kreativitas yang tampil, festival ini menghadirkan ruang bagi masyarakat.

Di ruang itu, masyarakat menikmati sekaligus mengapresiasi kekayaan budaya Indonesia dalam semangat persatuan, kolaborasi, dan persahabatan.

Selain itu, Asia Africa Festival juga memperkuat citra Kota Bandung.

Kota ini terus menjunjung tinggi nilai keberagaman, kreativitas, serta semangat Konferensi Asia Afrika.    Red

Komentar