Kategori Memuaskan: Kolaborasi dan Transformasi Digital Jadi Kunci Sukses Pemkot Bandung Raih Nilai SPBE 4,66

KABARHARMONI | BANDUNG, – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mencatatkan capaian positif dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) merilis Laporan Hasil Pemantauan SPBE Tahun 2025, yang menunjukkan bahwa Kota Bandung meraih Nilai Indeks SPBE sebesar 4,66 dengan kategori Memuaskan.

Peningkatan Nilai SPBE

Pemkot Bandung menaikkan nilai SPBE tahun ini.

Pada tahun 2024, Indeks SPBE Pemerintah Kota Bandung berada pada angka 4,59 dengan kategori yang sama.

Kenaikan ini menandakan adanya penguatan berkelanjutan dalam tata kelola pemerintahan berbasis digital di lingkungan Pemkot Bandung.

BACA JUGA: Pemkot Bandung Targetkan Skor sebesar 4,62 dalam Meningkatkan Indeks SPBE

Kolaborasi dan Transformasi Digital

Peningkatan Indeks SPBE tersebut merupakan hasil sinergi dan kerja kolaboratif seluruh perangkat daerah, sejalan dengan arah kebijakan dan penguatan transformasi digital pemerintahan.

Upaya ini mencakup peningkatan kualitas layanan digital, integrasi sistem pemerintahan, serta penguatan tata kelola teknologi informasi dan komunikasi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana menyampaikan rasa syukur atas meningkatnya nilai Indeks SPBE Kota Bandung pada tahun 2025.

Alhamdulillah, kami bersyukur nilai SPBE ini mengalami kenaikan. Semua ini berkat bimbingan dan arahan pimpinan yang kami laksanakan bersama, serta kerja sama seluruh OPD,” ujarnya, Kamis, 8 Januari 2026.

BACA JUGA: Bandung Bersinergi Lindungi Remaja di Ruang Digital: Komdigi Kampanyekan #SALINGJAGATUNASBANGSA

SPBE: Kerja Sama Seluruh Perangkat Daerah

Yayan menyebut, penerapan SPBE bukan hanya menjadi tanggung jawab Diskominfo, melainkan melibatkan seluruh perangkat daerah.

“SPBE itu komponennya tidak hanya di Diskominfo, tetapi merata di seluruh OPD, mulai dari pengelolaan data, jaringan internet, infrastruktur, aplikasi, hingga aspek keamanan. Ini bukan kerja satu perangkat daerah, tetapi kolaborasi antar OPD,” katanya.

BACA JUGA: Kesebelas Kalinya, PPID Kota Bandung Raih Penghargaan Badan Publik Informatif dari Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat

Fokus pada Kebermanfaatan

Menurutnya, Pemkot Bandung tidak semata-mata mengejar nilai indeks, melainkan memastikan setiap produk teknologi pemerintahan berjalan sesuai dengan ketentuan dan memberikan manfaat nyata.

“Pemkot Bandung bukan hanya mengejar nilai, tetapi bagaimana setiap produk teknologi itu sesuai dengan aturan, bisa melakukan penghematan, berbagi pakai data, dan mengelola keamanan dengan baik,” jelas Yayan.

BACA JUGA: Kota Bandung: Pelopor Smart City di Indonesia yang Mendapat Pengakuan Internasional

Pembangunan Teknologi Terencana

Dia menambahkan bahwa Pemkot Bandung membangun teknologi pemerintahan secara terencana dan terukur.

Pengembangan teknologi tidak berdasarkan selera atau keinginan semata, tetapi melalui perencanaan, pengawasan, evaluasi, serta berorientasi pada kebermanfaatan,” tuturnya.

Dengan capaian ini, Yayan berharap, peningkatan tersebut sejalan dengan kualitas layanan kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan nilai yang tinggi ini juga berimbang dengan peningkatan layanan masyarakat, baik layanan infrastruktur, aplikasi, keamanan, dan layanan digital lainnya,” tuturnya.    Red

Komentar