Nina Fitriana Ajak Warga Bandung Terapkan Pola Hidup Ramah Lingkungan

KABARHARMONI | BANDUNG, – Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Nina Fitriana, mengajak masyarakat meneladani pola hidup sederhana masyarakat terdahulu.

Menurutnya, gaya hidup masa lalu lebih ramah lingkungan dan minim menghasilkan sampah.

Nina menyampaikan ajakan tersebut dalam sosialisasi penanganan sampah di Taman Film Bandung, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Jumat, 5 Juni 2026.

Ia menegaskan bahwa masyarakat zaman dulu telah mengelola sampah organik secara mandiri di rumah masing-masing melalui metode sederhana.

Warga Zaman Dulu Kubur Sampah Organik di Pekarangan

Menurut Nina, masyarakat terdahulu terbiasa mengubur sampah organik ke dalam lubang yang mereka buat di pekarangan rumah.

“Tadi saya mengingatkan masyarakat kembali soal penanganan sampah yang dilakukan oleh orang tua zaman dulu. Sampah organik dimasukkan ke dalam lubang di pekarangan rumah,” ujarnya.

Selain itu, Nina menjelaskan bahwa praktik pembakaran sampah masih jarang terjadi pada masa tersebut.

Hal ini terjadi karena penggunaan plastik dan kertas belum sebanyak sekarang.

Masyarakat juga terbiasa menggunakan daun sebagai alas makan serta menyimpan air minum di kendi setelah memasaknya terlebih dahulu.

“Dengan pola hidup seperti itu, sampah yang dihasilkan sangat sedikit dan sampah organik selesai di pekarangan rumah masing-masing,” katanya.

BACA JUGA: Anggota DPRD Kota Bandung, Nina Fitriana Sutadi: Sinergi Eksekutif dan Legislatif, Kunci Pelayanan Publik yang Efektif

Nina Usulkan Lubang Pengolah Sampah di Setiap RT

Meski Nina mengakui warga sulit menerapkan pola hidup tersebut sepenuhnya saat ini, ia menilai semangat pengelolaan sampah mandiri tetap relevan.

Oleh karena itu, ia mengusulkan langkah sederhana berbasis kewilayahan.

Salah satu upaya konkret yang Nina ajukan adalah pembuatan lubang pengolahan sampah organik di setiap RT.

Langkah ini bertujuan mengurangi volume sampah yang warga buang ke tempat penampungan sementara atau TPS.

“Dengan membuat lubang di tiap RT, diharapkan dapat membantu menyelesaikan persoalan sampah organik di wilayah masing-masing,” ujarnya.

BACA JUGA: Nina Fitriana Turun Langsung Tinjau Longsor Cisitu Cidadap, Salurkan Bantuan dan Tegaskan Mitigasi

Nina Tekankan Kesadaran Masyarakat Kunci Kebersihan Kota

Melalui sosialisasi tersebut, Nina berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah sejak dari rumah terus meningkat.

Selain itu, Nina berharap langkah ini mampu memperkuat kapasitas pengolahan sampah organik, mengurangi volume sampah ke TPS, mendorong pengelolaan sampah berbasis kewilayahan. Serta mendukung target pengurangan sampah di Kota Bandung.

Nina menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat menanggung persoalan sampah sendirian.

Seluruh elemen masyarakat perlu menunjukkan kesadaran serta keterlibatan aktif demi menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Pada akhir sambutannya, Nina juga menyampaikan doa dan harapannya.

Ia berharap lingkungan di kawasan bawah Jembatan Pasupati ke depan menjadi lebih tertata, bersih, aman, dan nyaman bagi masyarakat.

Ia mengajak masyarakat menjaga lingkungan bersama-sama dengan semangat kepedulian dan kemanusiaan.    Red

Komentar