KABARHARMONI | BANDUNG, – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 105 aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota Bandung.
Pelantikan berlangsung di Plaza Balai Kota Bandung, Selasa 7 Juli 2026.
Wakil Wali Kota Bandung Erwin, Sekretaris Daerah Iskandar Zulkarnain, para asisten, inspektur, kepala perangkat daerah, serta jajaran pejabat Pemerintah Kota Bandung turut menghadiri kegiatan ini.
Dua Pejabat Baru: Jajang dan Ratna Resmi Jabat Camat
Dari total tersebut, 77 orang merupakan pejabat struktural dan 28 orang pejabat fungsional.

Dua pejabat struktural yang baru, Jajang Afipudin, S.Sos , M.Si., dan Ratna Rahayu Pitriyati, S.STP., M.Si., resmi menempati jabatan Camat.
Jajang menempati jabatan Camat Bandung Kulon dan Ratna menjabat Camat Coblong.
Jabatan Adalah Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan
Dalam sambutannya, Farhan menegaskan bahwa jabatan para ASN bukan sekadar promosi atau penghargaan atas kinerja.
Lebih dari itu, para ASN harus memikul jabatan sebagai amanah besar dan mempertanggungjawabkannya kepada pemerintah serta Tuhan Yang Maha Esa.
“Ini bukan sekadar anugerah atau rezeki, tetapi sebuah amanat. Dalam setiap amanat ada tanggung jawab yang sangat besar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Farhan mengingatkan bahwa para pejabat mengucapkan sumpah jabatan bukan di hadapan wali kota, melainkan di hadapan Tuhan.
Oleh karena itu, setiap pejabat wajib menjaga kepercayaan tersebut dengan penuh tanggung jawab.
BACA JUGA: Wali Kota Bandung Lantik 3 Pejabat Tinggi Pratama dan 51 Pejabat Fungsional
SDM Jadi Kunci Konsistensi Kebijakan
Farhan menyoroti posisi strategis ASN di Kota Bandung.
Saat ini Kota Bandung memiliki sekitar 22 ribu ASN dari total penduduk sekitar 2,6 juta jiwa.
Dengan kata lain, kurang dari satu persen penduduk memikul tanggung jawab besar dalam menjalankan roda pemerintahan.
Menurutnya, tantangan terbesar Kota Bandung saat ini bukan sekadar menciptakan program baru.
Tantangan utama justru ada pada konsistensi ASN dalam melaksanakan kebijakan agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya.
“Tantangan terbesar kita adalah konsistensi dalam menjalankan kebijakan. Keunggulan Kota Bandung ada pada kualitas sumber daya manusianya. Karena itu pembangunan harus tetap berpusat pada pengembangan SDM,” katanya.
Sinergi dan Integritas Jadi Fondasi Birokrasi
Untuk menjawab berbagai persoalan, Farhan meminta seluruh ASN memperkuat sinergi lintas perangkat daerah.
Farhan menyoroti beberapa isu, mulai dari infrastruktur, pengelolaan sampah, penguatan integritas birokrasi, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Selain itu, Farhan kembali mengingatkan tujuh poin penting dalam pakta integritas yang harus menjadi pedoman seluruh ASN.
Ia juga menegaskan seluruh aparatur wajib menjalankan visi Bandung Utama dalam RPJMD karena sudah menjadi produk hukum.
“Bandung Utama bukan lagi slogan. Ini sudah menjadi produk legislasi. Kita semua harus loyal dan berdedikasi kepada visi Bandung yang unggul, terbuka, amanah, maju, dan agamis,” tegasnya.
BACA JUGA: Wali Kota Farhan Lantik 85 Pejabat Pemkot Bandung, Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik
Tolak Gratifikasi dan Bijak di Media Sosial
Dalam arahannya, Farhan secara tegas meminta seluruh ASN menolak segala bentuk gratifikasi maupun hadiah yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan.

“Saya tegaskan lagi, jangan pernah ada pemberian kepada saya maupun keluarga saya. Cukup doa saja. Yang kita bangun adalah birokrasi yang profesional, objektif, dan bebas konflik kepentingan,” katanya.
Farhan juga mengingatkan ASN agar bijak menggunakan media sosial.
Setiap aparatur memang memiliki kebebasan berpendapat.
Namun, identitas sebagai ASN membawa tanggung jawab publik sehingga setiap pernyataan harus memberikan manfaat dan tidak memicu keresahan masyarakat.
BACA JUGA: Farhan Lantik 169 Pejabat Pemkot Bandung: Jaga Integritas, Bangun Kolaborasi, Bijak Gunakan Medsos
Berpegang pada Prinsip 3P: Pantas, Patut, dan Patuh
Di akhir sambutannya, Farhan mengajak seluruh ASN menjadikan jabatan sebagai ladang pengabdian.

Ia berpesan agar seluruh aparatur berpegang pada prinsip pribadi yang selalu ia terapkan, yakni 3P: pantas, patut, dan patuh. Red







Komentar