KABARHARMONI | BANDUNG, – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Aswan Asep Wawan, mendorong penanganan persoalan kesehatan di Kecamatan Antapani melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis data.
Aswan menyampaikan dorongan tersebut dalam kegiatan Lokakarya Mini Kecamatan Antapani, Senin, 31 Agustus 2026.
Menurut Aswan, persoalan kesehatan masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab puskesmas.
Ia menegaskan, berbagai sektor harus terlibat aktif, mulai dari pemerintah daerah, DPRD, aparat kewilayahan, kader kesehatan, PKK, hingga masyarakat.
“Urusan kesehatan ini adalah urusan bersama. Tidak hanya puskesmas yang bisa melaksanakan perbaikan kesehatan, tetapi harus ada kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.
Pemetaan Rumah Tanpa Septic Tank Jadi Prioritas
Selanjutnya, Aswan menyoroti persoalan lingkungan yang masih muncul di Kecamatan Antapani.
Ia menemukan fakta bahwa sejumlah rumah warga belum memiliki septic tank atau sarana sanitasi layak.
Data lokakarya menunjukkan, beberapa wilayah RW di Kecamatan Antapani masih mencatat rumah tanpa septic tank.
Aswan menilai kondisi ini membutuhkan penanganan segera karena berkaitan langsung dengan kualitas lingkungan dan derajat kesehatan masyarakat.
Oleh karena itu, Aswan meminta semua pihak memetakan persoalan tersebut secara rinci untuk mengidentifikasi akar penyebabnya.
Dengan pemetaan yang akurat, intervensi dapat menyesuaikan kondisi riil di masing-masing wilayah.
“Harus kita lihat masalahnya apa, penyebabnya apa, kemudian intervensinya apa. Jadi tidak hanya kembali kepada puskesmas untuk menjawab semua persoalan,” katanya.
Selain itu, Aswan mendorong perangkat daerah terkait berkolaborasi menangani program sanitasi.
Dengan begitu, masyarakat yang belum memiliki septic tank memperoleh solusi sesuai kebutuhan.
BACA JUGA: Aswan Asep Wawan Tegaskan Keluarga Benteng Utama Lawan AIDS, TB, Malaria
Perkuat Peran RW dan Kader Kesehatan
Di samping persoalan sanitasi, Aswan menekankan pentingnya penguatan peran masyarakat hingga tingkat RW dalam meningkatkan kualitas kesehatan.
Menurut dia, kader dan unsur kewilayahan memegang posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan warga.
“Intervensi harus berbasis wilayah dan berbasis RW. Kita mobilisasi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat sehingga keluarga dan masyarakat bisa hidup lebih sehat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Aswan meminta semua pihak memperkuat dan mengaktifkan kembali lembaga serta kelompok masyarakat yang bergerak di bidang kesehatan, termasuk Posyandu, PKK, dan unsur kewilayahan lainnya.
Ia menegaskan, keberhasilan program kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan alokasi anggaran.
Pemerintah dan pelaksana program juga harus melakukan pengawasan serta evaluasi secara konsisten.
“Yang penting siapa yang melaksanakan, apa yang dilakukan, kapan dilakukan, dan di mana dilakukan. Kalau ini dilakukan bersama-sama, saya yakin berbagai persoalan kesehatan yang ada bisa kita selesaikan,” katanya.
BACA JUGA: Wali Kota Farhan Tekankan Peran RW dalam Atasi Masalah Dasar Kota Bandung
Komisi IV Siap Kawal Aspirasi Puskesmas
Sementara itu, Aswan menegaskan Komisi IV DPRD Kota Bandung siap mengawal aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pelayanan kesehatan.
Ia mendorong setiap puskesmas menyampaikan persoalan dan kebutuhannya secara jelas dan berbasis data.
“Kalau ada puskesmas yang kekurangan, baik dari sisi sarana maupun kebutuhan lainnya, silakan disampaikan. Nanti kita kawal bersama di Komisi IV,” ujarnya.
Aswan berharap Lokakarya Mini Kecamatan Antapani tidak berhenti sebagai forum pertemuan semata.
Ia meminta hasil pembahasan dan rekomendasi yang muncul memperoleh tindak lanjut melalui koordinasi antarsektor agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sebagai penutup, Aswan menambahkan DPRD Kota Bandung akan terus menjalankan fungsi pengawasan secara optimal.
Pihaknya akan mendorong penguatan anggaran kesehatan, mengawal pelaksanaan program, serta memastikan rekomendasi hasil lokakarya tidak berhenti pada tahap perencanaan.
Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, DPRD, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat, Aswan optimistis kualitas pelayanan kesehatan dan derajat kesehatan masyarakat di Kecamatan Antapani akan terus meningkat. Red







Komentar