KABARHARMONI | BANDUNG, – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pentingnya penguatan peran RW dalam menangani persoalan mendasar perkotaan, mulai dari sanitasi, air bersih, hingga pengelolaan sampah.
Farhan menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Siskamling Siaga Bencana ke-72 di Kelurahan Lebak Siliwangi, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Senin, 12 Januari 2026.
Peran RW dalam Atasi Masalah Kota
Peran RW sangat penting dalam menangani masalah kota, seperti sanitasi, air bersih, dan pengelolaan sampah.
Farhan menilai, pemetaan persoalan dasar di lingkungan warga jadi awal pembangunan kota.
Dengan peran RW yang kuat, Kota Bandung dapat mengatasi masalah sanitasi, air bersih, dan pengelolaan sampah dengan lebih efektif.

“Masalah kota itu terlihat besar, tapi akar persoalannya ada di RW. Kalau sanitasi, air dan sampahnya beres di RW kota akan jauh lebih sehat,” kata Farhan.
Lurah Lebak Siliwangi Budi Rukmana menyampaikan secara umum kondisi wilayah saat ini relatif kondusif.
Dinas terkait telah menangani cepat beberapa kejadian seperti kebakaran, abrasi Sungai Cikapundung, longsor, dan pohon tumbang.
Meski demikian, masih terdapat potensi risiko, khususnya di RW 8, berupa pohon besar yang rawan tumbang serta kawasan bantaran sungai yang perlu pengawasan lebih lanjut.
BACA JUGA: Komitmen Wali Kota Bandung untuk Penertiban Bangunan di Sempadan Sungai
Survei Lapangan untuk Penanganan Tepat Sasaran
Menanggapi hal tersebut, Farhan memastikan akan melakukan survei lapangan langsung untuk memastikan penanganan tepat sasaran.
“Hari ini kita cek langsung RW 8. Kita lihat kondisi pohon, sanitasi dan aliran sungainya. Besok kita evaluasi,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Farhan juga mengapresiasi pelaksanaan Program Prakarsa RW di Lebak Siliwangi yang membangun sarana publik.
Namun ia mengingatkan pemerintah untuk konsisten dengan perencanaan anggaran sejak awal dan tidak mengubahnya di tengah pelaksanaan.

BACA JUGA: Wali Kota Bandung, Farhan: Format Siskamling Diubah menjadi Forum Dengar Pendapat Berbasis Data
Data Wilayah untuk Kebijakan Tepat Sasaran
Farhan menyoroti LaciRW yang membantu menyusun data wilayah Kota Bandung hingga RW, BPS kini verifikasi.
Dengan 1.597 RW dan sekitar 9.600 RT yang terdata, Kota Bandung menjadi kota pertama di Indonesia yang memiliki basis data lengkap hingga level kewilayahan.
“Dengan data ini, kebijakan tidak lagi berdasarkan asumsi, tapi berdasarkan kebutuhan nyata tiap wilayah,” katanya.
Sanitasi dan Air Bersih menjadi Prioritas
Selain itu, rumah tanpa septic tank juga menjadi perhatian serius. Sebab, menurutnya hal tersebut akan berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, khususnya ibu hamil dan balita.
“Sanitasi buruk hampir pasti menyebabkan diare dan berkontribusi pada stunting. Ini tidak bisa ditunda,” tegasnya.
Sedangkan terkait air bersih, Farhan mengaku PDAM menghadapi tantangan besar, mulai dari keterbatasan sumber air baku hingga tingginya kebocoran pipa.
“Ini persoalan infrastruktur besar. PDAM sudah bekerja keras tapi memang perlu investasi dan perbaikan berkelanjutan,” ujarnya.
BACA JUGA: RW 03 Kelurahan Husein Sastranegara Menjadi Lokasi Program Prakarsa Tahun 2025
Prakarsa RW Fokus pada Program
Farhan melarang penggunaan Prakarsa RW untuk honor petugas, harus untuk program.
Penataan honor akan melalui mekanisme kelurahan dan kecamatan.
Sementara untuk Posyandu, Pemerintah Kota Bandung tengah menyiapkan restrukturisasi sesuai regulasi terbaru dengan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang akan masuk perencanaan mulai 2027.
“Kalau pelaksanaan Prakarsa RW tertib dan laporannya baik, anggarannya akan kita tingkatkan tapi disiplin administrasi itu wajib,” pungkasnya. Red







Komentar