Komisi IV DPRD Kota Bandung Perjuangkan Perbaikan Layanan Kesehatan Warga Miskin

KABARHARMONI | BANDUNG, – Komisi IV DPRD Kota Bandung melaksanakan rapat kerja bersama Dinas Kesehatan, Camat dan Lurah se-Kota Bandung, rumah sakit se-Kota Bandung, serta BPJS Kesehatan, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung, Kamis, 2 April 2026.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung H. Iman Lestariyono, S.Si., S.H., memimpin rapat.

Fokus Utama: Perbaikan Layanan Kesehatan Warga Miskin

Komisi IV DPRD Kota Bandung menyelenggarakan rapat untuk membahas pelayanan administrasi dalam perlindungan kesehatan masyarakat kurang mampu melalui program cakupan kesehatan semesta (universal health coverage/UHC).

Seluruh pihak yang berkaitan dengan urusan layanan kesehatan, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, rumah sakit milik daerah dan swasta, BPJS Kesehatan, hingga para Camat dan Lurah, menghadiri pertemuan ini.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung Iman Lestariyono berharap dewan melakukan verifikasi warga penerima bantuan secermat mungkin.

Jangan sampai dewan memasukkan warga yang masih belum mampu membayar ke kategori mampu di desil 6 sampai desil 10.

“Jangan sampai warga yang dimasukkan kategori mampu di desil 6 sampai desil 10 pada faktanya masih belum mampu membayar dan berhak dijamin UHC,” ujarnya.

BACA JUGA: Kota Bandung Raih UHC Awards 2026: Komitmen Jaminan Kesehatan untuk Semua Warga

Masalah Pendataan Desil Warga

Sekretaris Komisi IV drg. Maya Himawati mengatakan, pendataan desil warga ini harus menyentuh sempurna.

Sebab, di lapangan ia masih mendengar keluhan tentang warga membutuhkan tetapi tidak lagi termasuk desil yang berhak mendapatkan PBI JK.

“Karena masih ada keluhan untuk masalah desil, jadi tolong dicek lagi ke lapangan. Jadi nanti tim verfikasi untuk lebih memperhatikan lagi saat menentukan desil,” tuturnya.

BACA JUGA: Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung, Rizal Khairul: Peran Kasi Kesos di Kelurahan dan Kecamatan sebagai Ujung Tombak Pelaksanaan Program Sosial

Aspirasi Warga dan Harapan Komisi IV

Anggota Komisi IV Soni Daniswara berharap ke depannya seluruh sektor yang terlibat dalam sistem layanan kesehatan mulai dari Pemerintah Kota Bandung hingga BPJS bisa meningkatan akurasi verifikasi data.

Komisi IV DPRD Kota Bandung akan mengganti kuota penerima desil 6 hingga desil 10 dengan daftar tunggu peserta yang berhak mendapatkan UHC.

“Nah kebetulan saya di kewilayahan juga masih menjadi seorang RW, Pak, jadi sangat paham sekali. Untuk pendesilan ini mungkin karena tadi juga kita bisa lihat masih ada margin of error 15,8 persen, ya, tapi ini jadi peringkat yang bagus di kota Bandung dibandingkan kota yang lain,” ujarnya.

BACA JUGA: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan: UHC Prioritas Perlu Dukungan dari Pemprov Jabar

Percepatan Verifikasi dan Validasi DTSEN

Anggota Komisi IV Heri Hermawan meminta pembaharuan sistem layanan kesehatan mempertahankan kemudahan-kemudahan akses warga di fasilitas kesehatan.

“Karena dulu saya ingat betul syaratnya hanya KK – KTP Kota Bandung. Apakah ada perubahan paradigma terkait dengan program UHC ini? Layanan kesehatan pun sampai sekarang tidak akan pernah menanyakan dari desil mana warga di program ini,” katanya.

BACA JUGA: Penurunan Penerima Bansos di Kota Bandung: Kemiskinan Turun, Data Lebih Akurat

Peningkatan Layanan Rumah Sakit

Aswan Asep Wawan, anggota Komisi IV, berharap agar layanan rumah sakit juga meningkat.

Dengan begitu masyarakat bisa makin mendapatkan kemudahan akses layanan kesehatan.

Aparat kewilayahan harus mempercepat layanan kependudukan warga.

Pemerintah menyediakan pelayanan yang bergantung pada layanan kependudukan warga.

BACA JUGA: Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung Pimpin Rapat Kerja bersama Direksi RSUD Kota Bandung, Bahas Pengembangan Fasilitas dan Pelayanan Kesehatan

Aspirasi Warga dan Solusi

Anggota Komisi IV Elton Agus Marjan juga menerima aspirasi warga yang tidak lagi menerima UHC karena peralihan status desil.

Padahal warga tersebut masih membutuhkan cakupan layanan kesehatan melalui PBI JK.

“Saya memahami bahwa aturannya agak berbelit. Contoh misalkan yang masuk di desil 10 di pinggiran Kali Cikapundung. Saya cek semuanya ada 3 anak dan 8 cucu, istrinya tidak bekerja. Cuma suaminya security, mungkin ganjalannya karena di KTP-nya itu tertulis pekerjaannya sehingga tidak mendapatkan fasilitas itu. Padahal secara kelayakan, secara kehidupan kesehariannya itu menjadi sangat layak untuk kita bantu. Ini harus menjadi perhatian kita,” katanya.

BACA JUGA: Pemkot Bandung Anggarkan Rp. 284 Miliar untuk UHC Tahun 2026, Erwin: Rumah Sakit Wajib Layani Warga Ber-KTP Bandung

Pemutakhiran Data dan Layanan Kesehatan

Anggota Komisi IV drg. Susi Sulastri meminta tim melakukan pemutakhiran data dengan teliti, terutama bagi kalangan rentan dan lansia.

Permasalahan ini menjadi fokus bersama untuk dipecahkan.

“Tetapi di luar itu semua saya apresiasi selama ini Alhamdulillah masyarakat-masyarakat yang kelompok rentan yang masih belum bisa mandiri secara akses pelayanan kesehatan Alhamdulillah selama ini masih bisa terlayani dengan baik,” ujarnya.

BACA JUGA: Wakil Ketua DPRD, Edwin Senjaya Desak Perbaikan Pelayanan RSUD Bandung Kiwari

Sigap Membantu Warga

Anggota Komisi IV Deni Nursani meminta rumah sakit sigap membantu warga di saat membutuhkan layanan perawatan.

Beberapa kali ia mendapat laporan warga yang kesulitan mendapatkan ruang perawatan di rumah sakit.

“Usul saya, bisa tidak pihak rumah sakit yang menjadi rujukan itu, ketika di tempat itu tidak ada ruang atau kelas, itu membantu warga. Membantu warga mencarikan rumah sakit pindahan atau lemparan. Sebetulnya di aplikasi JKN itu sudah sangat informatif sekali ada informasi tentang ketersediaan tempat ini. Cuma masalahnya kan tidak semua warga melek teknologi sehingga mereka bisa mengakses itu,” katanya.

BACA JUGA: Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung: Pengucapan Sumpah/Janji Deni Nursani sebagai Anggota DPRD

Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik

Komisi IV DPRD Kota Bandung berharap pertemuan ini bisa menjadi solusi terbaik sehingga ke depan tidak ada lagi masyarakat yang terkesampingkan.    Red

Komentar