KABARHARMONI | BANDUNG, – Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung Deni Nursani, S.Pd.I., menghadiri Silaturahmi Dewan Keluarga Masjid (DKM) se-Kota Bandung di Arion Suites Hotel Bandung, Senin, 11 Mei 2026.
Dalam forum tersebut, Deni mengangkat tema Moderasi Beragama dan meluruskan kesalahpahaman yang sering muncul di masyarakat.
Deni menilai banyak pihak masih keliru memahami konsep moderasi.
Sebagian mengira moderasi berarti mengurangi syariat, sementara yang lain melihatnya sebagai kompromi akidah.
“Moderasi Itu Wasathiyah, Jalan Tengah yang Lurus”
Deni menegaskan bahwa moderasi dalam Islam bukan tanda kelemahan terhadap prinsip.
Sebaliknya, moderasi menunjukkan keteguhan dalam aqidah, keadilan dalam sikap, kesantunan dalam dakwah, dan kebijaksanaan dalam bermasyarakat.
“Padahal dalam Islam, moderasi bukan berarti lemah terhadap prinsip. Tetapi teguh dalam aqidah, adil dalam sikap, santun dalam dakwah, dan bijak dalam bermasyarakat. Moderasi dalam Islam adalah wasathiyah, jalan tengah yang lurus, bukan jalan abu-abu,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa pemahaman yang benar tentang wasathiyah menjadi kunci menjaga keutuhan umat di tengah keberagaman.
BACA JUGA: Rapat Paripurna DPRD Kota Bandung: Pengucapan Sumpah/Janji Deni Nursani sebagai Anggota DPRD
DPRD Bandung Tegaskan Peran Konstitusional Jaga Harmoni Umat
Deni juga memaparkan kapasitasnya dalam forum itu.
Ia menyatakan hadir bukan hanya sebagai pribadi atau anggota masyarakat, tetapi juga sebagai Anggota DPRD Kota Bandung dari Komisi IV.
Komisi IV membidangi kesejahteraan rakyat, pendidikan, sosial, kesehatan, termasuk urusan keagamaan.
Dengan demikian, tugas menjaga harmoni masyarakat, membangun kehidupan beragama yang sehat, memperkuat persatuan umat, serta menjaga kondusifitas Kota Bandung tidak hanya menjadi tanggung jawab ulama dan tokoh agama.
Menurut Deni, hal itu juga bagian dari tanggung jawab konstitusional DPRD sebagai penyelenggara pemerintahan daerah.
BACA JUGA: Politisi Partai Keadilan Sejahtera, Deni Nursani Resmi Dilantik sebagai Anggota DPRD Kota Bandung
Masjid Jadi Pilar Strategis Jaga Persatuan dan Moral Masyarakat
Deni menekankan bahwa tema “Moderasi Beragama” sangat penting bagi stabilitas sosial Kota Bandung.
Ia menilai kita tidak cukup membangun stabilitas hanya dengan infrastruktur, ekonomi, dan pembangunan fisik saja.
Kota juga memerlukan keteduhan kehidupan beragama, kedewasaan dalam menyikapi perbedaan, serta kuatnya ukhuwah dan persatuan masyarakat.
“Dan di sinilah masjid memiliki posisi yang sangat strategis. Masjid bukan hanya tempat ibadah mahdhah, tetapi juga pusat pembinaan umat, pusat pendidikan akhlak, pusat ketahanan moral masyarakat, dan bahkan pilar penting dalam menjaga persatuan bangsa,” kata Deni.
Ia mengajak DKM se-Kota Bandung untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat yang moderat dan produktif. Red







Komentar