Perkuat Inklusivitas: Farhan Minta RBM Bandung Perluas Layanan dan Ukur Dampak Nyata

KABARHARMONI | BANDUNG, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendorong Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Kota Bandung memperluas jangkauan layanan bagi kelompok rentan.

Selain itu, ia meminta RBM memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan sosial.

Pernyataan tersebut Farhan sampaikan saat menghadiri Bimbingan Teknis Pengurus Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (RBM) Kota Bandung Tahun Anggaran 2026 di Arion Suites Hotel Bandung, Rabu, 29 Juli 2026.

RBM Jadi Motor Penggerak Pemberdayaan

Menurut Farhan, RBM memegang peran strategis sebagai motor penggerak pemberdayaan masyarakat.

Khususnya, RBM bertugas mendampingi kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, perempuan, lansia, dan anak-anak.

“RBM harus menjadi bagian dari penanganan masalah. Masalah-masalahnya boleh dipilih secara selektif, tetapi harus spesifik dan memiliki dampak yang terukur,” ujarnya.

Lebih lanjut, Farhan menilai kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama.

Kolaborasi ini akan memperluas layanan kepada kelompok rentan secara efektif.

Karena itu, ia berharap RBM tidak hanya menjalankan fungsi pendampingan.

RBM juga harus mampu menghadirkan solusi yang berdampak nyata di masyarakat.

BACA JUGA: Pemkot Bandung Perkuat RBM untuk Wujudkan Kota Inklusif Ramah Disabilitas

Bangun Inklusivitas Sejak Dini

Dalam kesempatan itu, Farhan juga mengingatkan pentingnya membangun budaya inklusif sejak dini.

Ia berbagi pengalaman pribadi hidup berdampingan dengan penyandang disabilitas sejak masa sekolah.

Pengalaman itu membentuk pemahamannya mengenai pentingnya kesetaraan kesempatan bagi setiap warga.

“Inklusivitas harus dibangun sedini mungkin. Itulah yang akan membangun masyarakat yang lebih siap dan meringankan pekerjaan kita di masa depan,” katanya.

Dengan demikian, Farhan optimis masyarakat Bandung akan lebih siap menerima keberagaman.

Pada akhirnya, budaya inklusif akan meringankan beban pemerintah dalam menangani persoalan sosial.

BACA JUGA: SIP PISAN Hadir, Disdukcapil Jemput Bola Adminduk Disabilitas dan Lansia

Ukur Keberhasilan dengan 3 Indikator Utama

Selain memperluas jangkauan, Farhan meminta setiap program RBM memiliki indikator keberhasilan yang jelas dan terukur.

Ia mengusulkan sedikitnya tiga indikator utama.

Pertama, kontribusi terhadap upaya mengurangi ketimpangan sosial.

Kedua, luas jangkauan layanan.

Ketiga, masyarakat mengukur kualitas layanan melalui testimoni.

“Jadi harus tercatat berapa banyak warga yang sudah dijangkau program RBM. Kemudian kualitasnya juga bisa dilihat dari testimoni masyarakat yang objektif,” tuturnya.

Dengan indikator tersebut, pemerintah dapat memantau efektivitas program secara berkala.

Ketiga, masyarakat mengukur kualitas layanan melalui testimoni.

BACA JUGA: 38 Frontliner Bank di Bandung Tuntaskan Pelatihan Bisindo untuk Dorong Layanan Keuangan Inklusif

Pemkot Siap Dukung, Tata Kelola Jadi Syarat Utama

Farhan memastikan Pemerintah Kota Bandung siap mendukung penguatan RBM.

Dukungan itu termasuk membantu membuka akses kemitraan dengan berbagai lembaga filantropi di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa tata kelola organisasi yang baik dan akuntabel harus mendukung hal tersebut.

“Tata kelola menjadi syarat utama. Ketika kita ingin memperoleh dukungan dari berbagai lembaga filantropi, tata kelola organisasi harus benar-benar baik,” ujarnya.

Terakhir, Farhan mengapresiasi dedikasi para pengurus RBM, perangkat daerah, dan seluruh elemen masyarakat.

Selama ini, mereka terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan sosial di Kota Bandung.

Ia berharap semangat gotong royong dan kolaborasi yang terus kita perkuat mampu menghadirkan layanan yang semakin luas, inklusif, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.    Red

Komentar