Iman Lestariyono: Masalah Kesehatan Tak Bisa Diselesaikan Puskesmas Sendirian

KABARHARMONI | BANDUNG, – Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung, H. Iman Lestariyono, S.Si., S.H., menyoroti urgensi penguatan kolaborasi lintas sektor dalam menyelesaikan berbagai persoalan kesehatan masyarakat di Kota Bandung.

Iman menegaskan bahwa sektor kesehatan atau Puskesmas tidak mampu menyelesaikan masalah kesehatan sendirian.

Menurutnya, berbagai faktor determinan seperti lingkungan, perilaku, pendidikan, kondisi sosial-ekonomi, hingga infrastruktur sangat memengaruhi keberhasilan penanganan kesehatan.

Oleh karena itu, Iman mendorong perubahan paradigma besar, dari sekadar Puskesmas yang memberikan pelayanan, menjadi Kecamatan yang secara aktif membangun ekosistem kesehatan masyarakat yang komprehensif.

Paradigma Baru: Kecamatan Membangun Ekosistem Kesehatan

Dalam kegiatan Lokakarya Mini (Lokmin) Triwulan III Bidang Kesehatan di Aula Kantor Kecamatan Sumur Bandung pada Kamis, 3 September 2026, Iman menyampaikan kritik tajam sekaligus solusi konstruktif di hadapan peserta yang mayoritas merupakan ibu-ibu penggerak kewilayahan.

“Yang kita butuhkan bukan semakin banyak rapat, tetapi semakin banyak masalah kesehatan yang benar-benar terselesaikan,” tutur Iman.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa forum kesehatan harus berorientasi pada solusi nyata, bukan sekadar formalitas pertemuan.

BACA JUGA: Iman Lestariyono Desak Layanan Kesehatan Gratis: Bermutu, Cepat, Adil

Lokmin Harus Berorientasi Hasil, Bukan Seremonial

Selain itu, Iman menyoroti sejumlah poin mendasar untuk meningkatkan efektivitas pembangunan kesehatan daerah.

Poin paling utama adalah gerakan yang harus berorientasi pada hasil.Iman meminta agar pelaksanaan Lokakarya Mini tidak berhenti sebagai ajang seremonial atau laporan administratif semata.

Ia menegaskan bahwa indikator keberhasilan harus bergeser secara fundamental, dari yang semula hanya menghitung jumlah kegiatan, menjadi mengukur perubahan perilaku nyata dan penurunan risiko penyakit di tengah masyarakat.

BACA JUGA: DPRD Kota Bandung Dorong Revisi Perda Kemiskinan, Iman: Harus Sesuai DTSEN

Perkuat Promotif dan Preventif Serta Pendekatan Berbasis Data

Selanjutnya, Iman juga mendesak penguatan program promotif dan preventif secara masif di tingkat kewilayahan.

“Paradigma pelayanan kesehatan harus mulai bergeser dari mengobati ketika sakit menjadi mencegah sebelum sakit melalui edukasi, deteksi dini, dan Pola Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS,” tuturnya.

Di sisi lain, Iman menegaskan bahwa pemerintah harus terus memperbarui pendekatan berbasis data.

Ia menjelaskan bahwa setiap Kelurahan atau RW memiliki karakteristik dan tingkat kerentanan masalah kesehatan yang berbeda.

Oleh karena itu, intervensi kesehatan harus menyesuaikan dengan data spesifik wilayah masing-masing agar tepat sasaran.

BACA JUGA: Iman Lestariyono Dorong Senandung Perdana Jadi Gerakan Sekolah Aman di Kota Bandung

Komisi IV Berkomitmen Kawal Rekomendasi Hingga Anggaran

Iman menyatakan bahwa Komisi IV DPRD Kota Bandung tetap berkomitmen penuh untuk mengawal aspirasi masyarakat.

Pihaknya akan terus mendorong kebijakan dan penganggaran di sektor kesehatan, serta memastikan bahwa setiap rekomendasi yang lahir dari Lokmin tidak berhenti sebagai dokumen di atas kertas.

“Melalui collaborative governance yang melibatkan pemerintah, DPRD, akademisi, hingga kader RT/RW, pelayanan kesehatan primer di Kota Bandung diharapkan semakin berkualitas dan tepat sasaran,” ujar Iman.

Ia menegaskan bahwa seluruh pihak harus mewujudkan kolaborasi tersebut melalui program-program konkret.

Dengan demikian, program-program tersebut secara aktif mendorong peningkatan mutu pembelajaran, dalam hal ini edukasi kesehatan, secara berkelanjutan.     Red

Komentar