KABARHARMONI | BANDUNG, – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi mengesahkan pernikahan 15 pasangan melalui program nikah massal gratis dalam rangka Hari Jadi ke-216 Kota Bandung (HJKB 216).
Program tersebut merangkul keberagaman warga. Dari total 15 pasangan, Pemkot Bandung mencatat 10 pasangan muslim dan 5 pasangan non-muslim.
Peserta Bahagia Dapat Fasilitas Lengkap dari Pemkot
Salah satu peserta, David Septian, mengaku bahagia dan terharu mengikuti program tersebut.
David mengetahui informasi nikah massal melalui media sosial Instagram.
Selanjutnya, ia dan pasangannya mencoba mendaftar karena memang telah merencanakan pernikahan tahun ini.
“Kalau untuk infonya kita dapatnya dari IG-nya langsung. Iseng-iseng lihat terus ada postingan tentang nikah gratis, terus kita coba-coba ikut, ternyata lolos,” kata David.
Menurutnya, program ini memberikan keuntungan besar dari sisi penghematan biaya.
Pasalnya, Pemkot Bandung memfasilitasi seluruh kebutuhan pernikahan para peserta.
“Kalau untuk keuntungan juga dari segi hemat biaya, terus fasilitas juga difasilitasi oleh Pemerintah Kota Bandung. Terus untuk hantaran dan hadiah lain-lainnya juga diberikan oleh Pemerintah Kota Bandung untuk setiap pasangan,” ujarnya.
David menegaskan, ia dan pasangan tidak mempermasalahkan gengsi.
Ia menilai niat membangun rumah tangga jauh lebih penting daripada perayaan besar-besaran.
“Kalau untuk gengsi sih mungkin kalau dari kami berdua enggak. Cuma kalau untuk saudara sama keluarga mungkin ada kayak gitu. Cuman kita berdua berusaha meyakinin mereka kalau ini baik, niatnya baik,” ujarnya.
Oleh karena itu, David berharap Pemkot Bandung kembali menggelar program serupa pada tahun depan agar semakin banyak pasangan merasakan manfaatnya.
“Semoga tahun depan dan ke depannya bisa ngadain lagi acara nikah gratis buat pasangan-pasangan di luar sana yang ingin menikah juga,” tuturnya.
BACA JUGA: Tren Baru, Generasi Muda Kota Bandung Kini Pilih Akad Nikah di KUA
Layanan Kependudukan dan Pencatatan Sipil Merata untuk Semua Pasangan
Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa pasangan muslim tidak hanya mendapatkan layanan administrasi kependudukan, tetapi juga melaksanakan prosesi akad nikah bersama Kantor Urusan Agama (KUA).
“Hari ini kita sudah memberikan pengesahan pernikahan terhadap 15 pasangan, 10 pasangan muslim, 5 pasangan non-muslim,” kata Farhan, Rabu 23 September 2026.

Farhan merinci, 10 pasangan muslim menjalani prosesi pernikahan melalui KUA.
Setelah itu, mereka memperoleh buku nikah, kartu keluarga baru, dan KTP baru dengan status perkawinan.
Selanjutnya, Pemkot Bandung menyerahkan dokumen pencatatan sipil berupa akta pencatatan perkawinan, kartu keluarga baru, serta KTP dengan status baru kepada lima pasangan non-muslim.
Farhan menegaskan, program ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Bandung memastikan seluruh warga negara di Kota Bandung mendapatkan layanan kependudukan dan pencatatan sipil yang merata.
“Terpenting semua warga negara Indonesia di Kota Bandung harus mendapatkan layanan Dukcapil untuk pernikahan yang merata,” ujarnya.
BACA JUGA: Farhan Tegaskan Layanan Kesehatan, Pendidikan, dan Adminduk di Kota Bandung Tanpa Diskriminasi
Dorong Nikah Sederhana di KUA Gratis dan Dapat Bonus Bulan Madu
Lebih lanjut, Farhan mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak ragu melangsungkan pernikahan secara sederhana.
Ia menjelaskan, KUA tidak memungut biaya untuk akad nikah pada hari dan jam kerja, serta mempermudah proses administrasinya.

“Pada dasarnya kami ingin mendorong semua orang melakukan akad nikah dengan sederhana, jam kerja, hari kerja di KUA. Karena itu sudah pasti gratis dan insyaAllah akan dimudahkan untuk mendapatkan KTP status baru dan juga kartu keluarga baru untuk yang baru menikah,” katanya.
Meski demikian, Farhan menegaskan Pemkot Bandung tidak melarang masyarakat yang ingin menggelar pernikahan pada akhir pekan dengan konsep yang lebih besar.
“Tapi bukan berarti kemudian melarang atau menghalangi untuk yang mau nikah di akhir pekan. Hak itu mah. Yang penting nikah, jangan sampai nggak nikah,” ucap Farhan.
Tak hanya layanan pernikahan dan administrasi, para peserta juga mendapatkan hadiah bulan madu di hotel berbintang.
Dukungan tersebut datang dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) serta Persatuan Riung Priangan yang menghimpun para general manager hotel berbintang di Kota Bandung.

“Iya, ada hadiah bulan madu dari teman-teman di Kadin dan juga dari Persatuan Riung Priangan, para GM hotel berbintang di Kota Bandung,” ungkapnya. Red







Komentar